Cara Perhitungan Penggajian Untuk Usaha Kecil

penggajian-perusahaan

Cara Perhitungan Penggajian Untuk Usaha Kecil

Gaji adalah imbalan atas usaha tenaga atau pikiran yang diberikan oleh seseorang kepada perusahaan untuk membantu menjalankan operasional usaha berdasarkan kesepakatan yang tertuang di dalam kontrak kerja.

Gaji adalah suatu bentuk pembayaran secara berkala dari seorang majikan pada karyawannya yang dinyatakan dalam suatu kontrak kerja. Dari sudut pandang pelaksanaan bisnis, gaji dapat dianggap sebagai biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan sumber daya manusia untuk menjalankan operasi, dan karenanya disebut dengan biaya personel atau biaya gaji. Dalam akuntansi, gaji dicatat dalam akun gaji – Wikipedia

Bagaimana menentukan Batasan Penggajian Karyawan

Penentuan berapa gaji yang harus dibayarkan perusahaan kepada karyawannya memang sudah diatur oleh undang-undang yaitu undang-undang No. 11 Tahun 2020 di dalam aturan terbaru ini perhitungan gaji karyawan dihitung tidak hanya berdasarkan harian atau bulanan saja.

Dalam aturan baru ini, pemerintah menetapkan upah berdasarkan satuan waktu dan atau satuan hasil. Sebagaimana dimaksud berdasarkan waktu yakni ini upah dibayar secara per jam. Hal ini melengkapi dari aturan sebelumnya di mana upah hanya terdiri dari harian dan bulanan.

Di dalam pasal 16 ayat 1 dijelaskan, penetapan upah per jam hanya dapat diperuntukkan bagi pekerja atau buruh waktu yang bekerja secara paruh waktu. Upah per jam dibayarkan harus berdasarkan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja atau buruh.

“Kesepakatan sebagaimana dimaksud tidak boleh lebih rendah dari hasil perhitungan formula upah per jam,” bunyi pasal 16 ayat 3.

Berdasarkan formula perhitungannya, maka upah per jam sama dengan upah sebulan dibagi 126. Misalnya saja, Jika seorang buruh paruh waktu memiliki penghasilan mengikuti upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta sebesar Rp4.400.000, maka perhitungan upah per jamnya adalah Rp4.400.000 : 126 = Rp34.940 per jam.

Angka penyebut dalam formula perhitungan upah per jam dapat dilakukan peninjauan apabila terjadi perubahan median jam kerja pekerja atau buruh paruh waktu secara signifikan. Peninjauan sebagaimana dimaksud dilakukan dan ditetapkan hasilnya oleh menteri dengan mempertimbangkan hasil kajian yang dilaksanakan oleh dewan pengupahan nasional.

Sementara untuk upah harian dihitung bagi perusahaan dengan sistem waktu bekerja 6 hari dalam seminggu, upah sebulan dibagi 25. Atau bagi perusahaan dengan sistem waktu kerja 5 hari dalam seminggu, maka upah sebulan dibagi 21.

Upah berdasarkan satuan hasil ditetapkan sesuai dengan pekerjaan yang telah disepakati. Penetapan besaran upah dilakukan oleh pengusaha berdasarkan hasil kesepakatan antara pekerja atau buruh dengan pengusaha.

Kemudian untuk penetapan upah sebulan merupakan bagian dari pemenuhan pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan, ditetapkan berdasarkan upah rata-rata 12 bulan terakhir yang diterima oleh pekerja atau buruh.

Rumus Dan Contoh Cara Menghitung, Hitung, Perhitungan Penggaji Karyawan

Namun sebelum itu, Anda harus tahu mengenai komponen gaji karyawan.

Misalnya dalam menghitung gaji karyawan, perusahaan juga perlu memahami tentang dasar penggajian yaitu gaji pokok.

Gaji Pokok

Gaji pokok sendiri memiliki arti sebagai imbalan dasar yang wajib dibayarkan oleh perusahaan kepada pekerja menurut tingkat dan jenis pekerjaan yang disepakati oleh kedua belah pihak baik perusahaan maupun karyawan.

Berdasarkan UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, besaran gaji pokok sekurang-kurangnya 75% dari upah pekerja yang terdiri dari gaji pokok ditambah tunjangan tetap.

Bagaimana dengan Upah Minimum, apakah sama dengan gaji pokok?

Sejatinya gaji pokok dan upah minimum adalah dua hal yang berbeda namun saling berkaitan.

Bisa dibilang gaji pokok adalah komponen penyusun upah minimum.

Artinya upah minimum adalah alat ukur perusahaan untuk memberikan upah yang layak kepada karyawannya.

Kembali ke gaji pokok. Sejatinya gaji pokok sendiri dihitung secara proporsional sesuai skala yang ditetapkan dalam aturan pemerintah dan juga kebijakan perusahaan.

Bisa berdasarkan golongan jabatan, frekuensi dan intensitas pekerjaan, atau nilai dari pekerjaan itu sendiri. Berikut penjelasan lengkapnya.

Nilai Pekerjaan

Nilai pekerjaan yang dimaksud adalah kualifikasi pendidikan, pengalaman pekerjaan, dan juga faktor geografis.

Misalnya saja, perusahaan akan menawarkan gaji berbeda pada kualifikasi pendidikan sama namun pengalaman berbeda atau pengalaman dan pendidikan sama namun lokasi geografis berbeda.

Misalnya Budi dan Adi bekerja sebagai SEO specialist dengan pengalaman sama.

Namun Budi bekerja di Jakarta sedangkan Adi bekerja di Yogyakarta.

Karena upah minimum di jakarta lebih besar dibandingkan dengan Yogyakarta maka Budi bisa saja mendapatkan gaji pokok yang lebih besar.

Kesesuaian Skala Upah

Tiap perusahaan pasti memiliki skala upah yang diterapkan dan tentu berdasarkan aturan pemerintah.

Skala upah sangat erat kaitannya dengan kemampuan perusahaan untuk membayar gaji sesuai jabatan dan kemampuan yang dimiliki oleh karyawan.

Anda harus mampu mengukur kemampuan perusahaan Anda dalam menawarkan gaji.

Anda bisa melakukan trade off. Misalnya mengurangi kualifikasi dan spesifikasi skill dan melengkapi gaji pokok dengan paket kompensasi atau bonus.

Kontribusi

Anda juga dapat menentukan gaji pokok berdasarkan nilai kontribusi bidang pekerjaan tersebut terhadap perusahaan.

Jika posisi tersebut sangat vital bagi ketahanan usaha Anda, maka Anda perlu mempertimbangkan besaran gajinya.

Contoh Cara Hitung Perhitungan Gaji Karyawan

Menghitung gaji karyawan bukan hanya sekedar gaji untuk karyawan tetap.

Banyak perusahaan yang menggunakan jasa karyawan lepas, karyawan tidak tetap, atau karyawan musiman.

Sehingga perusahaan perlu memahami ragam perhitungan gaji karyawan.

Karyawan tetap sendiri adalah pegawai yang bekerja di suatu instansi atau perusahaan yang mendapatkan penghasilan dalam jumlah tertentu secara terus-menerus sesuai dengan kesepakatan kontrak antara karyawan dan perusahaan dimana karyawan turut mengelola perusahaan secara langsung.

Berbeda dengan karyawan tetap, karyawan tidak tetap adalah karyawan yang bekerja berdasarkan jumlah hari bekerja, jumlah unit hasil yang sifatnya sementara dalam satu periode tertentu.

Sehingga penggajian karyawan tidak tetap bisa dihitung berdasarkan jumlah hari, minggu, atau bulanan.

Contoh Cara Hitung Perhitungan Gaji Karyawan Tetap Bulanan

Contoh: Budi seorang karyawan tetap di perusahaan A dengan upah tiap bulannya adalah Rp5.000.000.

Budi saat ini belum menikah dan belum memiliki tanggungan apapun. Berikut contoh perhitungan gaji budi:

Upah bulanan 5.000.000
Biaya jabatan* 5% x 5.000.000 – (250.000)
Gaji bersih sebulan = 4.750.000
Gaji bersih setahun 12 x 4.750.000 57.000.000
Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)** – (54.000.000)
Penghasilan Kena Pajak (PKP) = 3.000.000
PPh 21 Terutang 5% x 3.000.000 = 150.000
PPh 21/bulan 150.000/12 = 12.500
Gaji yang Harus dibayar 5.000.000 – 12.500 = Rp. 4.987.500

*) Biaya jabatan adalah 5% dari upah bulanan sebelum pajak

**) PTKP disesuaikan dengan tanggungan. karena Budi belum menikah dan belum memiliki tanggungan maka PTKP-nya masuk golongan TK/0 yang dikenalan sebesar Rp54.000.000. Selengkapnya dapat Anda lihat di sini

Contoh Cara Hitung Perhitungan Gaji karyawan Tidak Tetap Bulanan

Contoh: Andi seorang karyawan lepas yang bekerja selama satu bulan oleh perusahaan ABC dengan upah bulanan-nya sebesar Rp7.000.000 dan belum menikah.

Upah Setahun 7.000.000 x 12 84.000.0000
Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) – (54.000.000)
Penghasilan Kena Pajak (PKP) = 30.000.000
PPh 21 per Tahun 5% x 30.000.000 = 1.500.000
PPh 21 per bulan 1.500.000/12 = 125.000
Gaji yang dibayarkan 7.000.000 – 125.000 = Rp 6. 875.000

Contoh Cara Hitung Perhitungan Gaji Karyawan Tidak Tetap Harian

Beberapa perusahaan ada yang mempekerjakan karyawan harian. Perhitungan penggajian upah karyawan harian sebenarnya sangat mudah.

Hanya saja perusahaan perlu memperhatikan peraturan yaitu apabila karyawan memiliki penghasilan kurang dari Rp4.500.000 maka karyawan tersebut terbebas dari beban pajak penghasilan.

Sebelum mengetahui cara hitung karyawan harian Anda perlu memahami kondisi perhitungan PPh 21 di tabel berikut:

Penghasilan harian Penghasilan kumulatif perbulan Rumus PPh Terutang

< Rp. 450.000 < Rp 4.500.000 Tidak dikenakan PPh
> Rp. 450.000 < Rp 4.500.000 5% x (upah – 450.000)
> Rp. 450.000 atau < Rp. 450.000 > Rp 4.500.000 5% x (upah – PTKP/360)
> Rp. 450.000 atau < Rp. 450.000 < Rp 10.200.000 Tarif PPh pasal 17 x PKP setahun

Contoh kasus: Adi dan Joni sama-sama bekerja sebagai pekerja lepas harian masing-masing mendapatkan jatah upah perbulannya (katakanlah dalam satu bulan ada 26 hari kerja) sebesar Rp5.000.000.

Bedanya, Adi bekerja hanya 15 hari sedangkan Joni bekerja 25 hari.

Adi dan Joni keduanya belum menikah dan belum memiliki tanggungan. Begini contoh perhitungan gaji Adi.

Adi Joni
Penghasilan sehari 5.000.000/26 192.300 Penghasilan sehari 5.000.000/26 192.300
Penghasilan 15 hari kerja 192.300 x 15 2.884.500 Penghasilan 25 hari kerja 192.300 x 25 4.807.500
karena upah Adi di bawah 4.500.000, maka Adi tidak dikenakan beban pajak PTKP 54.000.000/360 x25 – (3.750.000)
PKP hingga hari ke-25 1.057.500
PPH 21 5% x 1.057.500 = 52.875
Upah yang diterima perhari Rp 192.300 Upah yang diterima 192.300 – 52.875 = Rp. 139.425

Contoh Cara Hitung Perhitungan Gaji Karyawan Masuk Tengah Bulan/Prorata

Banyak perusahaan yang memerlukan tenaga kerja secara mendesak dan bahkan mereka merekrut karyawan di tengah bulan.

Nah, perhitungan penggajian untuk karyawan yang masuk di tengah bulan ini disebut dengan perhitungan gaji prorata atau proporsional.

Adapun perhitungan gaji prorata dibagi menjadi dua yaitu berdasarkan jumlah hari kerja dan jumlah jam kerja.

Contoh Cara Menghitung Gaji Karyawan Berdasarkan Hari Kerja

Contoh, Ali bekerja pada 15 Januari 2020, dengan gaji tiap bulannya adalah Rp4.000.000 per-bulan dengan jumlah hari kerja 5 hari seminggu.

Maka rumus perhitungan gaji Ali = (Jumlah Hari Kerja/Jumlah Hari kerja dalam 1 bulan) x Gaji Satu Bulan

Langkah pertama, hitung jumlah hari kerja dalam sebulan.

Misal di bulan Januari tahun 2020 ada 20 hari kerja.

Ali bekerja selama bulan Januari selama 12 hari hingga akhir bulan. Maka gaji yang diterima Ali adalah:

Gaji Ali = (12/20) x Rp. 4.000.000 = 2.400.000

Contoh Cara Menghitung Gaji Karyawan Berdasarkan Jam Kerja

Perhitungan gaji karyawan prorata juga bisa dihitung berdasarkan jumlah jam kerja. Dasar perhitungan upah per-jam adalah 1/173 x upah satu bulan.

Perhitungan ini sebenarnya jarang terjadi.

Selain karena rumit, tidak banyak karyawan yang merekrut karyawan di akhir-akhir bulan karena proses perhitungan penggajian berdasarkan jam biasanya digunakan untuk karyawan yang masuk di akhir-akhir bulan.

Contoh: Ina bekerja mulai tanggal 20 Januari 2020, dengan gaji Rp4.000.000 dengan jumlah hari kerja 5 hari/minggu.

Dimana dari tanggal 20 Januari 2020 hingga akhir Januari 2020, Ina telah bekerja selama 9 hari. Maka:

1/173 x 4.000.000 = 23.121

= (jumlah hari x jam per-hari x upah hasil dari perhitungan dasar)

= 9 x 8 x 23.121 = 1.664.712

Maka Ina menerima gaji prorata sebesar Rp1.664.712.

Contoh Cara Hitung Kenaikan Gaji

Menghitung kenaikan gaji sebenarnya cukup sederhana dimana gaji sebelumnya dikalikan dengan persentase kenaikan gaji berdasarkan faktor-faktor berikut:

Penilaian Penggajian – Perusahaan biasanya melakukan penilaian kinerja karyawan pada periode tertentu yang dapat mempengaruhi kenaikan gaji seorang karyawan. Penilaian bisa didasari dengan kualitas pekerjaan yang dihasilkan atau performa pekerjaan.

Tingkat Risiko – perusahaan juga biasanya menaikkan gaji jika karyawan tersebut memiliki penambahan risiko dalam pekerjaannya. Misalnya, karyawan A dipindah-tugaskan untuk bekerja di daerah cabang rawan konflik atau krisis pangan.

Peraturan Pemerintah – Gaji juga bisa naik karena peraturan yang digulirkan pemerintah misalnya saja pajak ditanggung pemerintah atau kenaikan upah minimum tiap daerah.

Kemampuan dan Regulasi Perusahaan – Untuk meningkatkan engagement, perusahaan biasanya menaikkan gaji karyawan pada periode dan masa kerja tertentu.

Bagaimana cara menghitungnya kenaikan gaji?

Katakan persentase kenaikan gaji karyawan Anda sebesar 5% yang dipengaruhi faktor-faktor tersebut dan karyawan Anda memiliki gaji Rp6.000.000 tiap bulannya maka perhitungannya seperti ini:

6.000.000 x 5% = 300.000

Maka kenaikan gaji karyawan Anda sebesar 300.000 dan gaji karyawan Anda saat ini sebesar Rp6.300.000.

FR Consultant Indonesia menjadi penyedia jasa perhitungan payroll perusahaan. Kami dapat membantu Anda menghitung gaji secara profesional dan mudah sesuai dengan kebijakan penggajian perusahaan Anda.