Apa Yang Dimaksud Dengan Pendapatan Bruto?

pendapatan-bruto

Apa Yang Dimaksud Dengan Pendapatan Bruto?

Pendapatan Bruto – Dalam dunia akuntansi banyak sekali istilah yang wajib kamu ketahui, namun rumus dasar akuntansi hanyalah HARTA = HUTANG + MODAL, dimana Penambahan Modal disebabkan oleh LABA. LABA diperoleh dari pengurangan PENDAPATAN – BIAYA.

Lantas apa yang disebut sebagai Pendapatan Bruto. Pendapatan Bruto adalah pendapatan kotor yang terkumpul dalam satu tahun. Seperti namanya, penghasilan bruto berarti penghasilan kotor lantaran di dalamnya masih terkandung biaya-biaya lain. Karena disebut penghasilan kotor, sumber penghasilan bruto didapatkan dari sumber yang fleksibel. Artinya, sumber penghasilannya bisa berasal dari mana saja, termasuk hasil usaha atau gaji tetap Anda. Selama penghasilan itu diperoleh dari aktivitas kerja, maka akan dianggap sebagai penghasilan bruto.

Nah persepsi pendapatan bruto ini sering digunakan dalam dunia perpajakan karena Penghasilan bruto adalah salah satu objek yang wajib dilaporkan oleh setiap Wajib Pajak.

Dasar Hukum Pendapatan Bruto

Untuk penghasilan bruto ini pun ada dasar hukumnya yang mengatur. Salah satunya adalah UU Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas UU Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan. Lalu, ada juga Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-16/PJ/2016 tentang Tarif Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Komponen penghasilan bruto yang harus dilaporkan

Sebagaimana diatur perihal penghasilan, penghasilan bruto adalah jenis penghasilan yang juga punya beberapa komponen wajib lapor pajak. Komponen-komponen ini wajib tercantum dalam laporan SPT tahunan Anda. Ini dia daftar lengkapnya;

  1. Uang pensiunan (bagi yang sudah pensiun) serta gaji.
  2. Berbagai tunjangan, termasuk di sini Tunjangan Hari Raya, Tunjangan Hari Tua, Tunjangan PPh, juga tunjangan lainnya seperti tunjangan kesehatan, transportasi, makan, hingga tunjangan biaya pendidikan.
  3. Honorarium juga wajib dilaporkan, termasuk apabila honorarium berbentuk imbalan atau uang tunai.
  4. Premi asuransi yang dibayarkan.
  5. Bonus tahunan yang diterima.

Komponen penghasilan bruto diambil dari penghasilan-penghasilan yang Anda peroleh selama jangka waktu satu tahun. Setelah menuliskan tiap komponen dalam SPT, barulah Anda akan mengetahui seberapa besar nilai PPh yang harus dibayarkan kemudian.

Pengertian Pendapatan Neto

Penghasilan neto adalah penghasilan yang terkena wajib pajak atau menjadi dasar dari perhitungan pajak penghasilan. Oleh karena itu, penghasilan neto juga sering disebut penghasilan kena pajak.

Berdasarkan pengertian di atas, maka diketahui bahwa penghasilan neto didapat dengan mengurangi penghasilan bruto dengan beberapa biaya. Untuk wajib pajak orang pribadi, maka biaya-biaya pengurang itu adalah seperti uang pensiun, tunjangan hari tua, biaya jabatan, uang lembur, bonus, serta tunjangan dan honorarium lain. Namun bagi perusahaan, biaya-biaya yang dimaksud adalah biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan, termasuk:

Biaya yang langsung atau tidak langsung berkaitan dengan usaha, seperti biaya pembelian bahan, biaya upah, gaji, honor, bonus, gratifikasi, dan tunjangan dalam bentuk bunga, biaya sewa, biaya perjalanan, premi asuransi, promosi, biaya administrasi, dan pajak kecuali pajak penghasilan.

  1. Penyusutan atas pengeluaran untuk mendapat harta berwujud.Iuran dana pensiun yang pendiriannya sudah disahkan menteri keuangan.
  2. Kerugian karena penjualan atau pengalihan harta. Kerugian selisih kurs mata uang asing.
  3. Biaya penelitian dan pengembangan yang dilakukan di Indonesia.
  4. Biaya beasiswa, magang, dan pelatihan.
  5. Piutang yang nyata tidak bisa ditagih dengan syarat sudah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba rugi.
  6. Sumbangan dalam penanggulangan bencana nasional.
  7. Sumbangan untuk penelitian dan pengembangan di Indonesia.
  8. Biaya pembangunan infrastruktur sosial sesuai peraturan pemerintah.
  9. Sumbangan fasilitas pendidikan sesuai peraturan pemerintah.
  10. Sumbangan pembinaan olahraga sesuai peraturan pemerintah.

Bagaimana jika perusahaan justru mendapati kerugian setelah penghasilan brutonya dikurangi biaya-biaya di atas? Jika demikian, maka kerugian akan dikompensasi dengan penghasilan tahun pajak berikutnya berturut-turut hingga lima tahun.

Baca juga : Membuat Laporan Keuangan Neraca

Perbedaan Penghasilan Neto dan Penghasilan Bruto

Berdasarkan penjelasan akan pengertiannya, jelas bahwa penghasilan neto dan penghasilan bruto memiliki perbedaan mendasar. Penghasilan neto dalam masyarakat sering disebut sebagai penghasilan pokok atau penghasilan bersih. Sedangkan penghasilan bruto bisa dianggap sebagai penghasilan kotor atau sebelum dipotong sana-sini. Hal ini artinya, secara nominal maka penghasilan bruto pasti lebih besar dibandingkan dengan penghasilan neto.

Lantas apa fungsinya mengetahui perbedaan penghasilan neto dan penghasilan bruto ini? Penggolongan penghasilan neto dan bruto diperlukan dalam perhitungan pajak. Nilai penghasilan yang akan dipotong bagi wajib pajak adalah penghasilan neto. Oleh karena itu, penting bagi setiap wajib pajak, baik perorangan atau perusahaan mengetahui hal ini agar tidak terjadi kekeliruan.

Anda mengalami kendala dalam membuat pembukuan untuk menentukan pendapatan bruto, serahkan saja kepada FR Consultant Indonesia.