Sembako Bakal Kena PPN?

sembako-bakal-kena-ppn

Sembako Bakal Kena PPN?

Rencana pajak pertambahan nilai (PPN) untuk sembako bikin heboh. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak pun buka suara menyikapi polemik ini.

Berdasarkan artikel yang diterbitkan oleh Dirjen Pajak di Instagram mereka @ditjenpajakri dijelaskan alasan mengapa sembako bakal kena PPN. Penjelasannya sebagai berikut :

Faktanya adalah bahwa pengecualian dan fasilitas PPN yang diberikan saat ini tidak mempertimbangkan jenis, harga, dan kelompok yang mengkonsumsi sehingga menciptakan distorsi.

Contoh : saat ini beras, daging, atau jasa pendidikan – apa pun jenisnya dan harganya, semua mendapatkan fasilitas tidak dikenai PPN, maka akibat tidak mendapatkan fasilitas tidak dikenai PPN :

  1. Konsumsi beras premium dan beras biasa sama sama tidak kena PPN.
  2. Konsumsi daging segar wagyu dan daging segar dipasar tradisional sama sama tidak kena PPN
  3. Les Privat berbiaya tinggi dan pendidikan gratis sama sama tidak kena PPN

Konsumen barang-barang tersebut memiliki daya beli jauh berbeda. Sehingga fasilitas PPN Tidak dikenakan atas barang/jasa tersebut. Tidak tepat sasaran, orang yang mampu bayar justru tidak membayar pajak karena mengkonsumsi barang/jasa yang tidak dikenai PPN.

Baca Juga : Draft RUU perubahan kelima atas undang-undang No.6 Tahun 1983 KUPĀ 

Oleh sebab itu, saat ini pemerintah menyiapkan RUU KUP yang berisi konsep reformasi perpajakan antara lain tentang reformasi sistem PPN. Diharapkan sistem baru tersebut dapat memenuhi rasa keadilan dengan mengurangi distorsi dan menghilangkan fasilitas yang tidak efektif, sehingga dapat meningkatkan kepatuhan pajak dan optimalisasi pendapatan negara