Apa Saja Kewajiban Wajib Pajak Orang Pribadi?

Apa-Saja-Kewajiban-Wajib-Pajak-Orang-Pribadi

Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) melaporkan penghasilannya dengan SPT Tahunan dengan menggunakan sistem self assessment. Sistem self assessment adalah sistem dimana Wajib Pajak diberikan kepercayaan untuk melakukan perhitungan, pembayaran, dan pelaporan pajaknya sendiri yang merupakan kewajibannya. Kewajiban Wajib Pajak Orang Pribadi meliputi :

Melakukan Pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Berdasarkan Undang-Undang (UU) No. 16 Tahun 2009 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, Nomor Pokok Wajib Pajak adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

Perlu untuk diingat Wajib Pajak yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif wajib untuk mendaftarkan diri kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP)

Melakukan Perhitungan Besar Pajak yang Terutang

Dalam melakukan perhitungan jumlah pajak yang terutang, biasanya WPOP dalam negeri menggunakan perhitungan tarif UU Penghasilan (PPh) Pasal 17 dengan sebagai berikut :

Lapisan Penghasilan Kena Pajak (PKP)                                Tarif Pajak

  • Sampai dengan Rp50.000.000                                                             5%
  • Rp50.000.001 – Rp250.000.000                                                         15%
  • Rp250.000.001 – Rp500.000.000                                                        25%
  • Diatas Rp500.000.001                                                                          30%

Melakukan Pembayaran Kewajiban Pajak

WPOP memiliki kewajiban untuk membayar pajaknya sesuai dengan hasil perhitungan yang sudah dilakukan. Pembayaran ini dapat dilakukan dengan :

  • Wajib Pajak harus membuat kode billing atau ID billing terlebih dahulu. Dalam membuat kode billing atau ID billing, dapat mengakses website DJP Online atau ASP resmi seperti Klikpajak, OnlinePajak, dsb.
  • Wajib Pajak melakukan pembayaran melalui Bank, Kantor Pos, Mesin ATM, SMS Banking, Internet Banking, dan Mesin EDC. Pembayaran pajak dapat dilakukan tidak harus di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) saja.

Melakukan Pelaporan SPT Tahunan

WPOP memiliki kewajiban untuk melaporkan SPT Tahunan dengan menggunakan formulir SPT Tahunan. Dalam Pasal 3 Undang-Undang (UU) No. 16 Tahun 2009 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, Setiap Wajib Pajak wajib mengisi Surat Pemberitahuan dengan benar, lengkap, dan jelas dalam Bahasa Indonesa dengan menggunakan huruf Latin, angka Arab, satuan mata uang Rupiah, dan menandatangani serta menyampaikan ke kantor Direktorat Jendral Pajak  tempat Wajib Pajak terdaftar atau dikukuhkan atau tempat lain yang ditetapkan oleh Direktur Jendral Pajak.

Wajib pajak orang pribadi punya kewajiban melaporkan penghasilan, harta dan kewajiban mereka setahun sekali dalam formulir SPT Tahunan ke KPP. Jika ada status kurang bayar pajak, maka wajib pajak tersebut harus membayar pajak melalui bank sebelum batas waktu yaitu setiap tanggal 31 Maret.

Perlu diingat, apabila Wajib Pajak terlambat dalam menyampaikan SPT akan dikenakan sanksi admnistrasi sebesar Rp100.000.

Periode pelaporan SPT pajak orang pribadi adalah dari tanggal 1 Januari sampai 31 Desember dan harus dilaporkan ke KPP sebelum tanggal 31 Maret setiap tahunnya.

Ada 3 macam SPT Tahunan:

  • Formulir SPT 1770 (untuk wajib pajak dalam negeri dengan penghasilan dari kegiatan usaha dan melakukan pekerjaan bebas)
  • Formulir SPT 1770-S (untuk wajib pajak dalam negeri yang bekerja dengan penghasilan per tahun di atas Rp 60 juta)
  • Formulir SPT 1770-SS (untuk wajib pajak dalam negeri yang bekerja dengan penghasilan per tahun di bawah Rp 60 juta)

Lapor SPT Tahunan dengan DJP Online atau Aplikasi Pajak Online

Selanjutnya, isi formulir SPT tahunan pribadi Anda di aplikasi Online seperti DJP Online atau Klikpajak.id. Cara mengisi SPT Tahunan pribadi di KlikPajak.id sangat mudah, cepat dan dipandu selangkah demi selangkah. Klik saja tautan berikut ini untuk mengetahui langkah-langkah mengisi dan melaporkan SPT tahunan pribadi di KlikPajak.id

Wajib pajak orang pribadi melaporkan formulir SPT pajak tidak lebih dari tanggal 31 Maret setiap tahunnya. Ada dua cara melaporkan formulir SPT pajak yaitu:

A. Manual 

  • Datang langsung ke KPP, pojok pajak, mobil pajak dan tempat khusus penerimaan SPT pajak.
  • Dikirim melalui pos, perusahaan jasa ekspedisi, jasa kurir dengan menyimpan bukti pengiriman ke KPP.

B. Elektronik 

  • Menyampaikan laporan SPT Tahunan dengan e-Filing (lapor pajak online) melalui penyedia jasa aplikasi pajak yang telah disahkan oleh DJP seperti KlikPajak.id. Agar dapat melakukan e-Filing, seseorang harus memiliki EFIN terlebih dahulu yang bisa didapatkan dari KPP, lalu melakukan e-filing dengan KlikPajak.id seperti yang wajib pajak badan selama ini lakukan.

Yuk mari kita menjadi Wajib Pajak yang cerdas dan taat terhadap pajak!