The Pareto Principle – 80% Hasil ditentukan dari 20% Effort

Blog The Pareto Principal-01

Dalam bukunya “The 80/20 Principle”, Richard Koch menuliskan bahwa 80% hasil ditentukan dari hanya 20% usaha yang dilakukan. Konsep ini lebih dikenal sebagai Hukum Pareto atau Pareto Principle. Prinsip ini dipopulerkan oleh Joseph M. Juran, seorang pemikir manajemen bisnis. 

Kata Pareto diambil dari nama ekonom Italia, yaitu Vilfredo Pareto. Sang ekonom menemukan fakta bahwa 80% tanah di Italia ternyata adalah milik dari 20% jumlah populasi di Italia. Ini merupakan bagian dari penelitian yang dilakukannya berjudul “Cours d’économie politique”. Menariknya, prinsip ini dapat diterapkan pada semua aspek, termasuk dalam kegiatan bisnis.

Hukum yang satu ini cukup populer di bagian barat dan penelitiannya pun meluas hingga ke seluruh dunia dengan ribuan studi kasus di bisnis dan korporasi.

Dari aturan 80/20 inilah, prinsip pareto bisa kamu kaitkan ke berbagai aspek kehidupan, seperti:

  • 20 persen dari jumlah pelanggan menghaslkan 80 persen dari pendapatan usaha
  • 80 persen keluhan pelanggan berasal dari 20 persen produk atau layanan bisnis kamu.
  • 20 persen waktu yang kita pakai setiap hari berkorelasi terhadap 80 persen hasil produktivitas kita
the-pareto-principle

Manfaat Prinsip Pareto

Banyak perusahaan menerapkan Prinsip Pareto dalam merencanakan strategi atau bahkan memperbaiki masalah yang sedang dihadapi dalam bisnis. Sebagai contoh, menunda 20% tugas penting ternyata dapat membuat bisnis terdampak sebesar 80%. Sebaliknya, dengan melakukan 20% hal paling penting, bisnis perusahaan bisa berkembang sebesar 80%. 

Contoh Penerapan Prinsip Pareto

Prinsip pareto juga bisa kamu lakukan jika kamu ada pelaku usaha online. Misalnya kamu berjualan aksesoris wanita.

Menurut prinsip pareto, 80% keuntungan yang kamu dapatkan berasal dari 20% produk yang kamu jual. Sementara sisa keuntungan yang 20% lagi berasal dari 80% produk yang terjual.

Setelah kamu bagi, kamu harus mencari tahu 20% produk mana aja yang paling laris. Jika sudah tahu apa saja produk-produk yang menyumbang penjualan terbesar, kamu bisa foskus dengan produk tersebut.

Baik di segi inovatif atau pun ketersediaan produk. Hal tersebut supaya produk-produk tersebut akan tetap menyumbangkan 80% dari total penghasilan yang kamu dapatkan.

Setelah itu, dengan keuntungan yang akan kamu dapatkan setelah menggunakan prinsip pareto, kamu pun bisa membawa bisnis kamu ke langkah selanjutnya. Seperti, inovasi atau pun ekspansi bisnis.

Baca juga : Digital Marketing: 4 Strategi Terbaik Untuk Bisnis Kamu

Memahami asas yang terkandung dalam Pareto principle dan menerapkannya akan bermanfaat terhadap bisnis. Apa saja manfaat tersebut?

  • Meningkatkan Produktivitas

Dengan menerapkan Prinsip Pareto, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas. Prinsip ini akan membantu perusahaan fokus pada area yang membutuhkan sumber daya dan upaya demi mencapai efisiensi. Artinya, perusahaan hanya perlu fokus pada 20% aspek penting sehingga dapat memberikan 80% hasil yang diharapkan.

Perusahaan yang memahami prinsip ini akan lebih ketat dalam mengelola sumber daya serta lebih bijak dalam menyingkirkan hal yang tidak penting. Selain membuang waktu, keputusan yang tidak berdasarkan Prinsip Pareto adalah biasanya kurang bernilai untuk jangka panjang. 

  • Meningkatkan Keuntungan

Keuntungan perusahaan akan meningkat jika dapat fokus pada area yang paling potensial. Melalui Prinsip Pareto, perusahaan bisa mengidentifikasi dan menentukan area bisnis yang digarap. Pemilik usaha juga dapat mengetahui titik yang harus difokuskan akan mendorong tingkat profitabilitas. 

  • Memperluas Pemasaran

Salah satu manfaat yang akan dirasakan perusahaan saat menerapkan Prinsip Pareto dalam bisnis adalah memperluas wilayah pemasaran. Perusahaan juga bisa memaksimalkan strategi yang dimiliki untuk membuat calon konsumen lebih tertarik.

  • Mengidentifikasi Masalah

Tiap perusahaan pasti diperhadapkan pada masalah tertentu. Prinsip Pareto akan membantu pemilik usaha untuk mengidentifikasi masalah tersebut. Sebagai contoh, ketika sebuah tim tidak produktif atau sering terjadi human error, perusahaan bisa menemukan 20% alasan tidak produktif.

Selanjutnya, perusahaan bisa menentukan masalah yang diprioritaskan untuk segera selesai agar berdampak positif pada 80% hasil terbaik. Bukan hanya itu, strategi ini memungkinkan perusahaan menggunakan pendekatan yang paling tepat sehingga masalah diselesaikan secepat mungkin.

  • Mengembangkan Layanan Konsumen

Jika Anda menerapkan Prinsip Pareto dalam perusahaan, salah satu manfaat yang bisa dinikmati adalah dapat meningkatkan layanan serta dukungan kepada pelanggan. Dalam hal ini, perusahaan dapat memaknai bahwa 80% keluhan dari konsumen sebenarnya berasal dari 20% produk yang dihasilkan perusahaan. Dengan demikian, perusahaan melakukan sesuatu untuk menangani produk.

Berikut tadi adalah pareto principle yang bisa kamu terapkan di bisnis kamu supaya penjualan bisa semakin efektif.

Selamat mencoba dan semoga berhasil.