Soft Selling adalah? Mengenal Cara Jitu Berbisnis!

soft-selling-adalah

Soft selling adalah salah satu metode yang digunakan oleh tim marketing untuk menggencarkan promosi produk atau layanan perusahaan. Metode ini muncul demi merespon reaksi pasar di era digital, yang mana memerlukan strategi khusus untuk menarik pembeli. Soft selling digunakan untuk melakukan pendekatan terhadap konsumen secara halus, tidak dengan cara yang terang-terangan.

Dalam berbisnis, tidak hanya produk atau layanan yang perlu Anda perhatikan. Bahkan teknik melakukan marketing dan pemasaran pun penting untuk dipelajari. Orang sering kali sulit untuk dibujuk ketika dengan cara yang terang-terangan. Itu sebabnya, cara halus yang memancing sisi emosional konsumen diperlukan dalam upaya mendorong penjualan. Tidak sedikit bahkan, marketing yang menerapkan baik hard atau pun soft selling secara bersamaan.

Ikuti media sosial FR Consultant Indonesia untuk informasi lainnya tentang dunia Bisnis dan Digital Marketing, Keuangan beserta Perpajakan.

Di tulisan kali ini, Anda akan membaca tentang:

  1. Pengertian dari soft selling adalah?
  2. Alasan soft selling adalah cara promosi yang jitu!
  3. Apa perbedaan Hard Selling dengan Soft Selling?
  4. Contoh teknik berjualan soft selling!

Pengertian dari soft selling adalah?

Promosi merupakan bagian penting dalam sebuah pemasaran. Tanpa langkah promosi yang tepat, otomatis upaya pemasaran akan kesulitan mencapai tujuan yang diharapkan. Itu sebabnya, dalam melakukan promosi pemasaran, berbagai cara perlu dilakukan demi bisa menyesuaikan strategi untuk meraih konsumen pasar.

Soft selling adalah suatu metode atau teknik berjualan secara tidak langsung. Atau, dengan kata lain, menawarkan produk atau jasa dengan cara memengaruhi pikiran atau pun sisi emosional konsumen yang disasar. Tentu cara ini bahkan dapat menggaet minat membeli konsumen secara perlahan-lahan. Soft selling bisa juga dikatakan sebagai pendekatan penjualan yang menggunakan bahasa halus tanpa adanya upaya yang agresif.

soft selling adalah

Dengan adanya soft selling, otomatis marketing tidak harus membabi-buta melakukan penjualan yang bersifat hard selling. Karena pendekatan dengan cara hard selling sering kali terkesan memaksa di sisi konsumen. Soft selling juga bisa menjadi teknik penyeimbang untuk melakukan promosi dengan hard selling.

Soft selling juga merupakan metode yang paling baik ketika Anda ingin memperkenalkan produk atau pun layanan baru, yang belum dikenal di market. Karena caranya yang halus lebih condong mengedukasi terlebih dulu, dari pada memaksa konsumen untuk membeli.

Baca juga : Peran Penting Action Plan di Dalam Berwirausaha

Alasan Soft Selling adalah cara promosi yang jitu!

Karena melakukan pendekatan yang tidak agresif, soft selling otomatis akan lebih mudah diterima oleh pasar. Sekali pun tidak langsung membuat konsumen membeli, paling tidak soft selling dapat pula meng-edukasi konsumen, memancing ketertarikan sampai akhirnya melakukan pembelian.

Berikut ini yang bisa menjadi alasan menguntungkan dalam menggunakan teknik soft selling:

1. Meraih Kepercayaan Konsumen

Kepercayaan adalah hal yang sulit untuk diraih. Karena kepercayaan membutuhkan integritas. Dalam teknik soft selling, promotor biasanya melakukan edukasi terlebih dulu dari pada langsung menawarkan produk yang ingin dijual. Edukasi ini mengarahkan pada kesadaran dibutuhkan atau tidaknya produk yang dijual, atau diinginkan atau tidaknya layanan yang ditawarkan.

Dengan pemberian pemahaman ini, tentu konsumen pun tidak merasa seperti dibohongi karena membeli yang tidak dibutuhkan. Konsumen justru diberikan kepahaman, yang mengarah kepada kepercayaan si konsumen dalam melakukan pembelian.

2. Repeat Order Konsumen

Setelah meraih kepercayaan. Konsumen akan merasakan sendiri kualitas barang yang dibelinya dari Anda. Ditambahkan pelayanan yang baik dan kualitas produk yang unggul, tidak menutup kemungkinan bagi konsumen untuk melakukan pembelian kembali produk atau layanan yang Anda tawarkan.

3. Konsumen Yang Tepat Sasaran

Keuntungan lain dari menggunakan teknik soft selling adalah, Anda menggapai konsumen yang tepat. Karena soft selling menggunakan pendekatan yang halus, dengan mengedukasi dan membujuk konsumen. Menawarkan ketertarikan, yang mana dapat memberikan masukan terhadap konsumen. Terkait produk yang dibutuhkan dan Anda tawarkan. Itu sebabnya, menggunakan teknik soft selling lebih pasti mendapatkan konsumen yang tepat sasaran.

4. Hubungan Saling Terjalin

soft selling adalah

Diawali dengan kepercayaan, dan pembelian atau pemakaian layanan dengan landasan saling kepahaman. Maka hubungan yang terjalin dengan konsumen pun menjadi lebih jelas. Berbeda dengan metode hard selling yang cenderung agresif dan memaksa, mendorong dan mengurangi kenyamanan. Soft selling lebih menghasut konsumen secara halus, sehingga ketegangan saat transaksi jual beli pun dapat berkurang. Hal ini tentu dapat menjadi momen yang baik dalam membangun hubungan antara pembeli dan penjual.

5. Menjadi Lebih Profesional

Profesionalitas akan tampak dengan metode penjualan soft selling. Karena metode ini tidak hanya memfokuskan diri pada menjual produk, tapi juga menunjukkan kepedulian terhadap pengetahuan produk yang dibutuhkan oleh konsumen. Konsumen akan merasa lebih yakin dan aman ketika ingin memakai produk yang ditawarkan dengan metode soft selling. Karena artinya, mereka membeli setelah memahami dan menyadari kalau produk atau pun layanan yang ditawarkan memang mereka butuhkan.

Ini tentu menjadi nilai tambah tersendiri di mata konsumen. Mereka akan melihat perusahaan Anda tampil lebih profesional, bahkan dalam melakukan pemasaran.

6. Value Bisnis Meningkat

Dimulai dari kepercayaan konsumen, menjalin hubungan, tampil lebih profesional, maka sekarang bisnis Anda pun memiliki value yang lebih dengan menggunakan metode soft selling. Value dari bisnis Anda pun otomatis akan meningkat di mana investor. Apalagi andaikan bisnis Anda telah memiliki legalitas bisnis yang jelas dan resmi. Tentu pendekatan ke arah investor untuk melakukan ekspansi bisnis akan lebih terbuka lebar.

Semua diawali dengan metode penjualan yang halus dan mengedukasi, tanpa adanya unsur memaksa yang berlebihan sehingga membuat gerah konsumen.

Kalau pun Anda rupanya mengalami kesulitan untuk menentukan konsep dan strategi bisnis serta keuangan, Anda bisa menggunakan jasa konsultan bisnis dan keuangan seperti FR Consultant Indonesia.

Apa perbedaan Hard Selling dengan Soft Selling?

Setelah sejauh ini, Anda pasti menyadari bahwa soft selling berbeda dengan hard selling. Kalau soft selling menerapkan penjualan dengan cara halus, tanpa sikap agresif. Hard selling justru sebaliknya. Hard selling melakukan tawaran penjualan dengan bahasa yang lugas dan tegas, dengan tujuan mudah dipahami. Supaya konsumen spontan melakukan pembelian.

Cara penjualan hard selling di satu sisi memang bisa menjadi lebih cepat. Tapi di sisi lain, hard selling kurang memberikan edukasi yang mendalam seperti soft selling. Karena tujuan dari hard selling adalah agar konsumen bisa segera membeli setelah mengetahui penawaran yang diberikan. Andaikan si konsumen memang membutuhkan produk atau layanan yang ditawarakan, hal tersebut tentu akan meraih titik penjualan. Tapi apabila tidak, maka konsumen akan lebih memilih pergi dari pada menerima paksaan atas penawaran produk atau layanan yang mereka pikir tidak dibutuhkan.

Hard selling juga biasanya digencarkan oleh merek-merek yang memang telah memiliki brand yang kuat di benak masyarakat. Karena hard selling biasanya merupakan metode penjualan jangka pendek.

Baca juga : 9 Kunci Penting Dalam Bisnis Model Canvas

Contoh Teknik Berjualan Soft Selling!

Anda telah mengetahui tentang alasan kenapa soft selling lebih menguntungkan. Pada satu sisi, metode soft selling bahkan lebih dibutuhkan dari pada metode penjualan hard selling.

Berikut di bawah adalah salah satu contoh teknik berjualan dengan metode soft selling:

Aplikasi kasir merupakan metode baru dalam era digital yang berkaitan dengan sistem pengkasiran. Aplikasi kasir memiliki kemudahan serta efisiensi yang lebih baik, dengan minimnya resiko terjadi kesalahan pada pencatatan transaksi penjualan produk Anda. Berbeda dengan pencatatan manual oleh kasir yang berpotensi melakukan kesalahan perhitungan, sistem yang diterapkan dengan aplikasi kasir iSeller mengandalkan algoritma atau pemograman yang telah dibangun dengan baik. Meminimalisasi peluang terjadinya kesalahan hitung dan pencatatan yang mungkin dilakukan oleh seorang kasir.

soft selling adalah

Anda bisa saja mendaftarkan layanan aplikasi kasir iSeller dengan mengunjungi link berikut ini. Dengan bantuan aplikasi kasir iSeller, Anda pun tidak perlu lagi melakukan pencatatan transaksi di kasir secara manual. Setiap pencatatan dapat dilakukan secara realtime dan tersinkronisasi dengan database yang dikelola dengan baik.

Temukan Strategi Soft Selling bersama Konsultan Bisnis!

Seandainya Anda mengalami kesulitan menemukan cara dan strategi soft selling yang menarik untuk menjual produk atau layanan bisnis, Anda bisa menggunakan jasa konsultan bisnis milik FR Consultant Indonesia. Kami juga berperan sebagai penyedia jasa laporan keuangan dan jasa pembukuan untuk usaha. Bagi Anda yang tinggal di Depok, Anda bisa menggunakan jasa konsultan keuangan di Depok.

FR Consultant Indonesia memiliki staf-staf terbaik untuk membantu Anda memonitor sistem keuangan perusahaan Anda. Kami adalah juga jasa konsultan keuangan untuk pengelola keuangan bisnis, yang juga konsultan manajemen keuangan, sekaligus jasa konsultan pajak. Kami juga menyediakan tenaga ahli untuk konsultasi manajemen bisnis. Anda bisa menghubungi kami, karena kami hadir untuk Anda.

FR Consultant Indonesia, Solusi Pembuatan Laporan Keuangan dan Laporan Pajak Perusahaan dan Pribadi Hubungi 0813-8228-9991. (fr)