Perhitungan Pajak Youtuber dan Selegram

Menjadi YouTuber atau selebgram tidak luput dari pajak. YouTuber maupun selebgram mendapatkan penghasilan dari konten yang diunggahnya atau dari hasil kerja sama dengan pihak lain. Dalam penghasilan yang didapat tentu saja ada pajak yang harus dibayar. Lalu bagaimana tata cara pembayaran pajak YouTuber dan selebgram? Simak artikel berikut ini.

Pemasukan dari kedua profesi ini biasanya berasal dari adsense atau endorsement yang mereka lakukan. Memang pada akhirnya pendapatan setiap bulan tidak dapat ditentukan dengan pasti, hanya dapat diperkirakan saja. Namun demikian, untuk perhitungan besaran pajak yang digunakan adalah sama dengan pajak yang diterapkan pada profesi lain. Perbedaannya, kedua profesi ini digolongkan dalam pekerja seni yang biasanya menggunakan norma penghitungan penghasilan neto.

perhitungan-pajak-youtuber-dan-selebgram

Dasar Hukum

Merujuk pada dua peraturan, yakni Peraturan Menteri Keuangan 210/PMK.03/2018 dan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-17/PJ/2015, maka norma ini adalah norma yang paling direkomendasikan. Pekerja seni (golongan dari YouTuber dan selebgram) mendapatkan tarif norma sebesar 50% dari total penghasilannya dalam satu bulan.

Perhitungan Pajak Youtuber dan Selegram

Formula yang digunakan secara umum adalah sebagai berikut:

(Penghasilan Bruto x Tarif Norma) x Tarif PPh Pasal 17

Mungkin jika dilihat secara langsung, akan terasa sangat besar dan memberatkan wajib pajak yang berprofesi sebagai YouTuber dan selebgram. Namun sebenarnya norma ini sudah dapat memfasilitasi kewajiban dan hak dari wajib pajak tersebut dalam sistem perpajakan, sehingga dianggap sebagai aturan paling adil yang bisa diberlakukan.

Misalnya saja, katakanlah, ada seorang YouTuber dengan penghasilan total setiap bulan Rp. 600.000.000,-. Maka secara kasar, pendapatan total dalam satu tahun adalah Rp. 600.000.000,- x 12 = Rp. 7.200.000.000,-. Berikut cara menghitung pajak penghasilan yang menjadi kewajibannya:

(Penghasilan Bruto x Tarif Norma) x Tarif PPh Pasal 17

= (Rp. 7.200.000.000 x 50%) x Tarif PPh Pasal 17

= (RP. 3.600.000.000) x Tarif PPh Pasal 17

Perhitungan pajaknya adalah:

= 5% x RP. 50.000.000 = Rp. 2.500.000

= 15% x Rp. 200.000.000 = Rp. 30.000.000

= 25% x Rp. 250.000.000 = Rp. 62.500.000

= 30% x Rp. 3.100.000.000 = Rp. 930.000.000

Jadi total seluruh pajak yang terutang dalam setahun oleh YouTuber ini adalah sebesar Rp. 1.025.000.000.

Mungkin terlihat sangat fantastis angka pajak yang harus dibayarkan oleh orang ini dengan penghasilan setingkat itu. Namun ingat, tidak semua YouTuber dan Selebgram memiliki penghasilan sedemikian besar. Bilamana orang tersebut memiliki penghasilan di bawah PTKP, maka dengan adil penghasilan yang didapatkannya juga bebas dari pajak penghasilan yang berlaku.

Baca Juga : Perhitungan pajak untuk dokter

Cara Pembayaran Pajak

Tata cara pembayaran pajak untuk kedua profesi kekinian ini sebenarnya tidak berbeda dengan apa yang diterapkan untuk karyawan biasa. Sistem self-assessment juga diberlakukan, jadi kedua profesi ini harus secara aktif melakukan penghitungan, pembayaran dan pelaporan secara mandiri. Namun dalam konteks YouTuber dan selebgram, pihak yang memberikan penghasilan juga mungkin saja secara langsung sudah melakukan pemotongan, jadi hanya tinggal menyerahkan bukti potongnya saja.

Seluruh laporan potongan pajak serta pembayaran pajak ini juga kemudian harus dilaporkan dengan SPT Tahunan, sama seperti profesi lain. Demi mencapai keadilan sosial, maka pemerintah memutuskan agar kedua profesi ini mendapat perlakuan sama dengan profesi lain dalam hal perpajakan. Setelah sebelumnya dua profesi ini ‘bebas’ dari pajak karena aturan yang diberlakukan belum benar-benar jelas dan memasukkan kedua profesi ini dalam golongan pekerjaan yang jelas.

Untuk pembayaran, YouTuber dan selebgram bisa menggunakan kanal e-Billing atau mendatangi KPP secara langsung. Jika memilih e-Billing, maka prosedurnya adalah pembuatan billing pembayaran, kemudian dibayarkan melalui kanal online yang dipilih atau Bank Persepsi atau Kantor Pos atau pihak lain yang ditunjuk oleh KPP atau DJP secara langsung.

Pajak memang diberlakukan secara setara dan adil untuk semua orang di Indonesia tanpa terkecuali. Sama dengan pemberlakuan tarif pajak, sanksi pajak juga berlaku setara. Maka dari itu, sangat disarankan agar YouTuber dan selebgram dapat melaporkan dan membayarkan pajaknya tepat waktu sehingga terhindar dari sanksi pajak.