Siapa yang sudah rindu untuk berlibur, jawabannya pasti kita semua merindukan liburan, merasakan indahnya alam dan relaksasi namun untuk itu perlu bersabar ya karena masa-masa sekarang ini kita butuh kesabaran. Namun hal ini bukan berarti masa akhir dari bisnis perjalanan wisata atau travel agent, bagi para pebisnis ini kini saatnya untuk mendesign ulang skema bisnis perjalanan wisatanya dari sisi paket, layanan yang akan diberikan dan tentu saja harga.
Bisa juga mulai melakukan brand awarness ke target market sehingga jika waktunya tiba PSBB di hentikan anda dapat langsung beraktivitas seperti biasa. Di saat liburan dan berwisata sudah menjadi kebutuhan utama yang makin disadari oleh banyak orang untuk melepas stress setelah mengalami work from home atau lelahnya bekerja, maka secara tidak langsung segala bisnis yang terkait dengan hal tersebut tumbuh semakin pesat, salah satunya adalah travel agent.

Sekarang untuk memiliki bisnis travel agent bukanlah hal yang sulit, mengingat banyaknya vendor yang menawarkan kerja sama dengan memberi banyak fasilitas yang dibutuhkan sehingga Anda tinggal menjalankan saja.

Akan tetapi, meskipun terlihat mudah, setiap bisnis membutuhkan pengelolaan keuangan yang baik agar tidak mengalami kerugian. Lantas bagaimana cara mengelola keuangan travel agent yang memiliki  fluktuasi harga tiket sewaktu waktu? Mari kita diskusikan di bawah ini.

Laporan Keuangan Bisnis Travel agent

Menurut Veny Jasmine (2017), laporan keuangan dari perusahaan travel memiliki sedikit perbedaan dibandingkan dengan bisnis dagang biasa. Perbedaan ini terletak pada perlakuan persediaan dan pengakuan harga pokok penjualan tiket. Dalam bisnis agen tiket ini, persediaan utamanya adalah tiket transportasi. Tiket ini harganya berfluktuasi. Sehingga, model bisnis jasa agen tiket diwajibkan untuk menyetor sejumlah uang deposit kepada supplier. Jumlah deposit inilah yang identik dengan persediaan barang dalam jenis bisnis dagang konvensional.

Baca Juga : Apa itu Guest Hotel dan Hotel, Apa Perbedaannya?

Pengakuan persediaan tiket dan harga pokok penjualan lebih tepatnya menggunakan harga pasar. Karena itu agen tiket tidak bisa menghitung berapa nilai persediaan secara fisik pada saat tertentu. Persediaan yang bisa dinilai pada tanggal neraca adalah jumlah deposit yang tersisa. Akun yang harus dimiliki dalam pencatatan akuntansi travel agent adalah:

– Deposit ke Supplier

– Deposit Ke Rekanan (Aset Lancar)

– Deposit Customer

– Utang Deposit Ke Rekanan (Kewajiban Lancar).

Sedangkan untuk laporan laba rugi akun yang harus ada dalam pencatatan akuntansi adalah Penjualan Tiket dan Harga Pokok Penjualan Tiket.  Kemudian untuk akun lainnya dapat menyesuaikan dengan akun standar perusahaan dagang.

Transaksi pembelian ke supplier dalam jenis bisnis travel sama dengan transaksi penyetoran deposit kepada supplier atau bisa dibilang Down Payment atau DP.  Jadi jurnalnya adalah deposit ke supplier dilawankan dengan Kas/Bank.

Deposit ke Supplier xxxx
Kas xxxx

Pada saat tertentu, Anda melakukan pemesanan kepada rekanan lain dikarenakan deposit tidak mencukupi. Transaksi seperti ini biasanya tidak dilakukan secara tunai. Sehingga pencatatannya adalah Deposit ke Rekanan pada kolom debit, sedangkan Utang Deposit Ke Rekanan pada kolom kredit.

Deposit ke Rekanan xxxx
Utang deposit ke rekanan xxxx

Transaksi penjualan tiket, jurnalnya bisa dicatat seperti ini, Kas/Bank piutang pada kolom debet sedangkan Penjualan pada kolom kredit.

Kas piutang xxxx
Penjualan xxxx

Saat terjadi penjualan, disitulah diketahui harga pokok penjualan dari tiket tersebut. Karena Harga pokok mengikuti rate harga yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Maka HPP bisa diakui saat terjadi penjualan, dengan pencatatan jurnal HPP tiket di kolom debit dan Deposit ke Supplier/Rekanan di kolom kredit.

HPP Tiket xxxx
Deposit ke Supplier xxxx

Kiat Sukses menjalankan Bisnis Travel Agent dengan Pembukuan Simple

Melihat tingginya kebutuhan itulah yang menjadikan bisnis tour dan travel ini sebagai bisnis sampingan yang menjanjikan karena bisnis travel selalu dibutuhkan orang tanpa mengenal waktu. Bagi Anda pemula yang baru saja menekuni bisnis travel, maka berikut ini adalah kiat sukses menjalankan bisnis sampingan jasa travel yang perlu Anda perhatikan.

1.Tertarik Dunia Travelling

Memulai menjalankan bisnis travel sebenernya tidak begitu sulit oleh sebab itulah bisnis ini cocok sebagai bisnis sampingan. Apalagi jika Anda adalah orang yang menyukai travelling. Menjalankan sebuah bisnis jika diawali dengan rasa senang atau suka, maka akan mempermudah Anda . Anda juga akan lebih bersemangat dalam menjalani dan mengembangkan bisnis Tour dan Travel.

2. Buatlah Penawaran yang Unik

Penawaran yang unik akan membuat calon klien tertarik. Jasa travel Anda harus bisa memberikan paket liburan yang lengkap sehingga calon klien kalian mau menggunakan jasa travel yang Anda tawarkan. Saat Anda membuat paket travel, pastikan bahwa pilihan tempat wisata yang Anda tawarkan sudah bisa mewakili semua yang ada di lokasi tempat tujuan wisata sehingga klie bisa mendapatkan pelayanan dan kepuasaan dengan paket wisata yang mereka pilih.

3.Kerjasama

Bisnis travel akan berjalan sukses dengan beberapa strategi pemasaran salah satunya adalah kerjasama atau partnership. Anda sebagai pelaku bisnis travel dapat menjalin kerjasama dengan pusat oleh-oleh, restoran-restoran ternama serta tempat tujuan wisata yang bagus bagi para konsumen. Dengan adanya kerjasama tersebut, keuntungan tidak hanya berpihak pada bisnis Anda sendiri tetapi juga bisnis lain yang Anda ajak untuk bekerja sama.

4.Pembukuan yang Simple

Semua bisnis pasti memerlukan pembukuan untuk mengelola laporan pemasukan dan pengeluaran Bisnis Anda. Sebagian besar masyarakat masih menggunakan pembukuan manual. Dengan perkembangan teknologi, Anda dapat menggunakan software akuntansi untuk mempermudah dan membuat pembukuan Anda menjadi lebih simple.

CONTOH LAPORAN KEUANGAN TRAVEL

Laporan-Laba-Rugi-Bisnis-Travel-Agent

Neraca-Bisnis-Travel-Agent