Mengenal Liabilitas dan Jenis-jenisnya di dalam Berbisnis

mengenal jenis liabilitas

Liabilitas adalah elemen yang perlu selalu diperhatikan. Karena dalam menjalankan operasional bisnis, pengusaha tidak hanya bisa sebatas mengandalkan modal dan aset, Anda juga perlu mengenal liabilitas. Sering kali pengusaha tidak bisa membedakan mana yang merupakan aset dan mana yang merupakan liabilitas, sehingga sering terjadi kesalahan langkah dalam memutuskan suatu pembelian untuk kebutuhan operasional usaha.

Apa sih liabilitas? Seringkali perusahaan juga mempunyai hutang, atau berhutang. Nah, kewajiban untuk membayar hutang ini lah yang disebut dengan liabilitas. Dalam praktiknya, perusahaan tidak melulu mengandalkan modal dan aset yang ada. Mengambil risiko seperti berhutang menjadi kunci agar bisnis tetap berkembang.

Kalau pun Anda rupanya merasa kesulitan untuk menentukan konsep manajemen pemasaran ini, Anda bisa menggunakan jasa konsultan bisnis dan keuangan seperti FR Consultant Indonesia untuk Anda.

Misalnya ketika membeli barang atau jasa dari vendor, perusahaan biasanya akan berhutang dan itu wajar. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah aset dalam waktu singkat. Jadi apa itu liabilitas? Kenapa perusahaan melakukan liabilitas dan apa jenis-jenis liabilitas itu sendiri?

Liabilitas dalam Bisnis

Mengutip Investopedia, liabilitas adalah kewajiban perusahaan atau perorangan yang diselesaikan seiring berjalannya waktu dengan memberikan manfaat ekonomi seperti uang, barang, atau jasa.

Berikut ini adalah beberapa definisi dan pengertian Liabilitas atau Utang menurut para Ahlinya.

  • Pengertian Liabilitas atau Utang menurut Munawir (2010:18), Utang adalah semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi, di mana hutang ini merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang berasal dari kreditor.
  • Pengertian Liabilitas atau Utang menurut Hantono (2018:16), Utang adalah semua kewajiban perusahaan yang harus dilunasi yang timbul sebagai akibat pembelian barang secara kredit ataupun penerimaan pinjaman.
  • Pengertian Liabilitas atau Utang menurut Chariri dan Ghozali (2005:157), Utang adalah pengorbanan manfaat ekonomi yang mungkin terjadi di masa yang mendatang yang mungkin timbul dari kewajiban sekarang dari suatu entitas untuk menyerahkan aktiva atau memberikan ke entitas lain di masa mendatang sebagai akibat transaksi di masa lalu.

Liabilitas bisa disimpulkan sebagai?

Singkatnya liabilitas adalah kewajiban yang harus dibayarkan perusahaan dari pihak lain untuk mendapatkan nilai ekonomi salah satunya dalam proses operasional bisnis. Misalnya saja utang yang berasal dari pembelian aset, gaji karyawan, pajak, sewa, atau obligasi.

Dalam akuntansi, liabilitas berbanding terbalik dengan aset. Hal ini karena liabilitas adalah kewajiban kepada pihak lain sedangkan aset adalah sumber daya yang dimiliki untuk menjalankan operasional. Selain itu, perubahan liabilitas juga bisa dianalisis melalui persamaan dasar akuntansi.

Di mana persamaannya adalah Aset = liabilitas + ekuitas (modal).

Maka,adanya hak yang dimiliki oleh perusahaan akan selalu diikuti dengan adanya kewajiban (liabilitas). Dalam mengenal liabilitas, Anda harus ingat bahwa liabilitas berbeda dengan beban. Hal ini karena beban adalah pengeluaran yang dilakukan untuk menjalankan bisnis. Sedangkan hutang adalah sesuatu yang wajib dibayar tanpa melihat kondisi bisnis saat ini.

Oleh karena liabilitas tidak melihat kondisi bisnis, maka kewajiban (liabilitas) harus dibayarkan pada tenggat waktu yang sudah ditentukan.

Menerapkan teknologi aplikasi kasir untuk usaha bisa juga menjadi inovasi baik untuk penjualan produk bisnis Anda. Anda bisa mencoba tentang sistem iSeller yang mendukung konsep omni-channel dalam dunia usaha.

Jenis-Jenis Liabilitas

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kewajiban atau hutang dituntaskan pada waktu tenggat yang ditentukan. Anda perlu mengenal liabilitas, dan berikut jenis-jenisnya yang didasari dari jangka waktu pembayaran dan sifat urgensinya.

1. Kewajiban Lancar (Jangka Pendek)

Kewajiban atau liabilitas jangka pendek juga biasa disebut dengan liabilitas lancar yaitu dimana kewajiban jatuh tempo selama siklus operasi normal atau satu tahun.

Berikut beberapa contoh dari liabilitas lancar:

  • Utang dagang – utang yang berasal dari transaksi pembelian barang atau jasa.
  • Utang tagihan atau akrual – beban perusahaan yang belum dibayarkan secara tunai.
  • Pendapatan di muka – kondisi dimana perusahaan telah menerima penghasilan namun barang atau jasa belum sampai ke tangan pelanggan.

Selain contoh-contoh tersebut, liabilitas lancar juga digunakan dalam rasio keuangan yaitu:

  • Cash ratio yang dihitung dengan cara membandingkan total kas dan setara kas dengan kewajiban lancar.
  • Current ratio yang dihitung dengan membandingkan aset lancar dengan kewajiban lancar.
  • Rasio cepat yang dihitung dengan membandingkan aset lancar yang dikurangi persediaan dengan kewajiban lancar.
2. Kewajiban Tidak Lancar (Jangka Panjang)

Liabilitas tidak lancar juga disebut dengan liabilitas jangka panjang dimana waktu tenggat pembayaran lebih dari satu tahun. Biasanya dalam liabilitas jangka panjang terdapat restriksi atau batasan yang berguna untuk memberikan perlindungan antara peminjam maupun pihak yang dipinjamkan. Kewajiban jangka panjang ada biasanya karena sebuah perusahaan ingin mengembangkan bisnisnya atau baru memulai bisnis.

Liabilitas jangka panjang sangat penting dalam menentukan solvabilitas jangka panjang perusahaan. Jika perusahaan tidak dapat membayar kewajiban atau utang jangka panjangnya karena jatuh tempo, maka perusahaan akan menghadapi krisis solvabilitas. Contoh-contoh liabilitas tidak lancar ini diantaranya seperti utang obligasi, utang wesel jangka panjang, utang sewa, kewajiban pajak tangguhan, sewa modal dan utang hipotek.

3. Kewajiban Kontinjensi

Kewajiban atau likuiditas kontinjensi bisa dikatakan kewajiban berdasarkan kejadian luar biasa. Maksudnya luar biasa adalah kewajiban yang berpotensi timbul akibat peristiwa masa lalu. Itu artinya, kewajiban tersebut tidak bersifat aktual. Singkatnya, kewajiban bisa saja timbul tergantung terjadinya peristiwa saat ini atau mendatang.

Dalam pencatatan, kewajiban jenis ini tidak dicatat dalam laporan keuangan secara aktual. Namun hanya sebagai lampiran. Contoh liabilitas kontinjensi adalah gugatan atau garansi produk.

Anda bisa mencoba dan mempelajari lebih jauh tentang software akuntansi Jurnal bersama kami, di sini.

Analisis Liabilitas Bisnis

Ternyata rasio liabilitas sebuah perusahaan bisa dianalisis menggunakan sebuah metode yang bernama rasio solvabilitas atau istilah lainnya leverage. Analisis ini berfungsi menganalisis kemampuan perusahaan dalam membayar kewajibannya dengan membandingkan aspek akuntansi lain yaitu aset dan modal. Ada pun rasio yang umum digunakan adalah sebagai berikut.

1. Rasio Utang Terhadap Aset (Debt to Asset Ratio)

Rasio ini digunakan untuk menganalisis porsi hutang pada semua aset yang dimiliki perusahaan. Perhitungan rasio ini adalah dengan membandingkan total liabilitas dengan total aset perusahaan. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah semakin besar persentase rasio utang terhadap aset, maka liabilitas perusahaan dianggap kurang aman.

2. Rasio Utang Terhadap Modal (Debt to Equity Ratio)

Rasio ini bertujuan untuk membandingkan jumlah kewajiban dengan ekuitas atau modal yang dimiliki oleh perusahaan. Di mana jumlah utang tidak boleh melebihi jumlah modal yang dimiliki perusahaan. Itu artinya, semakin kecil persentase rasio ini, maka liabilitas perusahaan semakin baik. Itulah pengertian liabilitas dan jenis-jenisnya dalam bisnis. Tentu, sebagai pebisnis, adanya liabilitas atau kewajiban adalah hal wajar. Namun hal yang perlu diingat adalah jumlah utang tidak boleh melebihi modal atau aset yang dimiliki perusahaan.

Gunakan Aplikasi Kasir Untuk Usaha Perdagangan Anda

Terlepas dari pada itu, seandainya Anda pun masih kesulitan dalam melakukan pengelolaan stok gudang sendiri dengan software semacam iSeller, maka Anda bisa menggunakan jasa pembukuan pengelolaan bisnis yang dimiliki FR Consultant Indonesia sebagai pemilik jasa laporan keuangan dan jasa pembukuan.

Bagi Anda yang tinggal di Depok, Anda bisa menggunakan jasa konsultan keuangan di Depok.

FR Consultant Indonesia memiliki staf-staf terbaik untuk membantu Anda memonitor sistem keuangan perusahaan Anda. Kami adalah juga jasa konsultan keuangan untuk pengelola keuangan bisnis, yang juga konsultan manajemen keuangan, sekaligus jasa konsultan pajak. Kami juga menyediakan tenaga ahli untuk konsultasi manajemen bisnis. Anda bisa menghubungi kami, karena kami hadir untuk Anda.

FR Consultant Indonesia, Solusi Pembuatan Laporan Keuangan dan Laporan Pajak Perusahaan dan Pribadi Hubungi 0813-8228-9991. (fr)