Skip to content
Home » Mengapa Pegawai Malas dan Bagaimana Menangani Masalahnya

Mengapa Pegawai Malas dan Bagaimana Menangani Masalahnya

  • by

Rasanya akan sangat menyenangkan memiliki pegawai yang giat dalam bekerja. Memiliki pegawai giat menjadi sebuah harapan dan dambaan bagi semua pemilik usaha besar maupun kecil. Namun, bagaimana jika pegawai malas bekerja? Dan bagaimana menangani masalah tersebut?

Memiliki pegawai malas dalam perusahaan adalah hal yang selalu dihindari dan dicegah. Namun, jika sudah terlanjur memiliki pegawai yang malas, ada banyak cara untuk mengatasi. Anda harus melakukan diskusi dengan berbagai posisi jabatan tinggi untuk menemukan cara yang tepat dan diterapkan dalam perusahaan.

Disini Anda akan menemukan alasan mengapa pegawai malas dan bagaimana menangani permasalah tersebut. Simak informasi dibawah ini dengan berbagai penyebab dan menangani masalah pegawai malas.

Penyebab Pegawai Malas Bekerja

Untuk menangani pegawai malas bekerja dalam perusahaan, ada baiknya jika Anda mulai mengenali penyebabnya. Berikut beberapa penyebab pegawai malas untuk bekerja, antara lain:

Gaji yang Tidak Sebanding

Masih ada perusahaan yang memberikan gaji dengan job desk yang tidak sebanding. Gaji yang tidak sebanding dengan pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan akan membuat pegawai tidak termotivasi dan merasa tidak adil.

Pegawai akan merasa kurang dihargai dengan kerja kerasnya berkontribusi dalam perusahaan. Untuk itu, perusahaan harus mempertimbangkan gaji kepada pegawai dengan berbagai posisi. Banyaknya pekerjaan yang dilakukan juga harus sepadan dengan gaji yang didapatkan.

Target Kerja yang Tidak Realistis

Banyak perusahaan yang memiliki target kerjanya masing-masing. Setiap pegawai memiliki posisi dan tanggung jawabnya sendiri. Pada dasarnya, perusahaan memberikan target kepada pegawai merupakan hal yang normal. Hal tersebut guna mencapai target perusahaan yang ingin dicapai agar dapat sukses.

Namun, jika perusahaan justru memberikan target yang tidak realistis dengan beban kerja yang berat. Hal tersebut akan menjadikan pegawai malas dalam melakukan pekerjaannya.

Kurang Cocok dengan Posisi

Setiap calon pegawai yang melakukan pendaftaran pada sebuah perusahaan, akan terdapat pilihan posisi yang diinginkan. Namun, kadang kala ada beberapa perusahaan yang menempatkan pegawai dengan posisi yang berbeda saat mendaftar.

Hal ini seringkali membuat pegawai bimbang dan merasa tetap harus melakukan pekerjaan, karena sudah melewati proses panjang. Kurangnya kecocokkan dalam posisi dapat membuat pegawai malas dan kurang motivasi dalam bekerja.

Kurangnya Penghargaan

Tahukah Anda bahwa tidak ada atau kurang penghargaan yang diberikan perusahaan dapat menjadi penyebab pegawai malas? Hal ini karena pegawai merasa kurang dihargai untuk kerja keras yang telah dilakukannya. Untuk itu, sebagai pemimpin ada baiknya jika Anda mulai memberikan penghargaan dengan berbagai bentuk.

Sekecil apapun penghargaan yang perusahaan berikan, akan membuat pegawai merasa dihargai dan diperhatikan kinerjanya.

Masalah Pribadi Pegawai

Selain masalah yang dihadapi dalam perusahaan, ada alasan lain yang dapat menjadi penyebab pegawai malas. Hal tersebut yaitu masalah pribadi yang sedang dialami oleh pegawai. Tidak dapat dipungkiri bahwa masalah pribadi asmara maupun keluarga dapat berpotensi membuat pegawai lemas dan kurang produktif.

Dalam hal ini, ada baiknya jika atasan mencoba untuk memberikan ruang pada pegawai untuk bercerita. Jika memungkinkan atasan dapat memberikan sebuah solusi bagi permasalahan tersebut.

Lalu, bagaimana menangani masalah pegawai malas?

Dengan penyebab yang telah diketahui, kini saatnya Anda untuk menemukan cara menangani masalah pegawai malas. Berikut 5 cara dalam menangani masalah pegawai malas dalam perusahaan, yaitu:

Evaluasi Kinerja

Menangani masalah itu dengan cara evaluasi kinerja kerja yang telah dilakukan oleh setiap pegawai. Anda dapat mulai dengan mengevaluasi setia pegawai dan memanggilnya satu persatu. Dalam situasi ini Anda dapat mencoba untuk menanyakan turunnya angka produktivitas pada pegawai tersebut.

Coba dengarkan dan terbuka agar dapat menemukan solusi akan permasalahan tersebut. Masalah pribadi ataupun berkaitan dengan perusahaan, atasan dapat menjadi ruang terbuka bagi setiap pegawainya.

Terbuka dan Open Minded

Menelisik dari poin sebelumnya, bahwa atasan harus terbuka dan open minded dalam setiap permasalahan. Hal ini guna membuat perusahaan tetap memiliki pegawai dengan sumber daya manusia yang produktif. Keproduktifan pegawai akan membuat perusahaan dapat berjalan dengan baik dan efektif.

Sebagai atasan, banyak peran yang dilakukannya. Tidak hanya sekedar memberikan strategi dan ide, namun juga memberikan pikiran terbuka bagi setiap solusi termasuk pegawai malas.

Fasilitas untuk Meningkatkan Produktivitas

Sebagai pemimpin harus selalu memperhatikan fasilitas yang dimiliki oleh perusahaan guna membuat pegawai betah. Kenyamanan pegawai menjadi tanggung jawab perusahaan dengan memberikan fasilitas yang memadai. Hal ini dapat meningkatkan produktivitas karyawan dan tentunya sangat positif bagi perusahaan.

Fasilitas menjadi salah satu hal berpengaruh bagi kesejahteraan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.

Reward atau Penghargaan

Solusi lainnya yaitu dengan memberikan sebuah penghargaan bagi karyawan yang telah memberikan kontribusi bagi perusahaan. Mulai dari gagasan, ide hingga strategi pemasaran yang baik. Hal ini untuk membuat pegawai semakin termotivasi dalam bekerja dan produktif.

Sanksi Bagi yang Keterlaluan

Jika pegawai sudah terlanjur kelewatan dengan tingkat kemalasannya, meski telah diberikan evaluasi dan solusi. Perusahaan dapat memberikan sebuah sanksi yang dapat membuat pegawai jera dengan hal tersebut. Sanksi yang diberikan harus sesuai dengan konsekuensinya agar pegawai dapat menyadari kesalahannya. Berikut beberapa informasi mengenai alasan pegawai malas dan bagaimana menangani masalah tersebut. Diharapkan informasi ini akan membantu Anda dalam meningkatkan kinerja dan motivasi pegawai.

Exit mobile version