Debit Kredit adalah istilah yang digunakan di dalam pencatatan pembukuan untuk menentukan lokasi penempatan saldo normal dari akun. Dimana akun ini terbagi menjadi 5 kelompok yaitu :

  1. Harta dengan saldo normal di debet,
  2. Kewajiban dengan saldo normal di kredit,
  3. Modal dengan saldo normal di kredit,
  4. Penjualan dengan saldo normal di kredit, dan
  5. Biaya dengan saldo normal di debet.

Pengertian Debet Kredit Saldo :

Debit yaitu pencatatan akuntansi saat terjadi kondisi dimana aset dan biaya mengalamai peningkatan (bertambah), atau saat liability (utang) dan equity (modal) mengalami penurunan (berkurang). Pada akuntansi, debit lazim berada di sisi sebelah kiri.

Kredit yaitu pencatatan akuntansi saat terjadi kondisi dimana liability dan equity mengalami peningkatan (bertambah), atau aset dan biaya mengalami penurunan (berkurang). Kredit merupakan kebalikan dari debit, dan berada di sisi sebelah kanan.

debit-kredit-pada-pembukuan

debit kredit pada pembukuan

Apa Makna Debit Kredit Dalam Akuntansi?

Ditinjau dari sisi makna, istilah debet dan kredit sebenarnya tidak memiliki arti apa-apa pada akuntansi. Kesalahpahaman yang sering terjadi terutama pada orang yang baru mempelajari akuntansi adalah debit berarti “bertambah” sedangkan kredit “berarti” berkurang. Definisi tersebut memang benar pada sebagian komponen akun dalam akuntansi yaitu assets dan expenses. Akan tetapi pada komponen lain seperti liability, owner’s equity dan income definisi tersebut jelas tidak tepat.

Untuk memahami debet kredit akuntansi anda wajib memahami saldo normal dari masing-masing akun tersebut yang artinya jika saldo normal di debet maka setiap penambahan adalah debet dan pengurangan adalah kredit. sehingga kesalahapahaman akan penempatan debet dan kredit akan tersolusikan.

Beberapa Contoh Penempatan Akun pada Posisi Debit atau Kredit

Anda mempunyai saldo uang sebesar Rp. 15.000.000 kemudian Anda membeli perlengkapan kantor senilai Rp1.000.000 menggunakan dana dari akun ini. Ini berarti rekening Bank adalah akun sumber, dan Rp1.000.000 tadi akan dicatat sebagai kredit di sisi kanan akun T. Rekening Biaya Perlengkapan Kantor adalah rekening tujuan yang didebit pada sisi kanan.

Baca Juga : Cara Membuat Laporan Keuangan Laba Rugi

Mari kita analisa Debet Kredit dari kasus diatas

  1. Saldo uang anda simpan di dalam akun Modal Rp 15.000.000 dan Saldo asset berupa uang Rp 15.000.000
    1. Debet  : Uang di Bank Rp 15.000.000
    2. Kredit : Modal Rp 15.000.000
  2. Membeli perlengkapan kantor, itu artinya anda akan memperoleh asset perusahaan itu disimpan di akun asset Rp 1.000.000
    1. Debet  : Asset Perlengkapan Rp 1.000.000
    2. Kredit : Uang di Bank Rp. 1.000.000

Berikut ini adalah contoh posisi debit dan kredit pada transaksi umum yang sering terjadi pada bisnis:

  • Menjual barang dagang secara tunai kepada pelanggan. Debit: Kas. Kredit: Pendapatan.
  • Menjual barang dagang secara kredit kepada pelanggan. Debit: Piutang Dagang. Kredit: Pendapatan.
  • Membeli perlengkapan secara tunai kepada supplier. Debit: Perlengkapan. Kredit: Kas.
  • Membeli perlengkapan secara kredit kepada supplier. Debit: Perlengkapan. Kredit: Utang Dagang.
  • Menerima kas atas pelunasan piutang usaha oleh pelanggan. Debit: Kas. Kredit: Piutang Dagang.
  • Membeli fixed assets secara kredit kepada supplier. Debit: Foxed Assets. Kredit: Utang Dagang.
  • Pembeiian inventory secara tunai kepada supplier. Debit: Inventory. Kredit: Kas.
  • Pembelian inventory secara kredit kepada supplier. Debit: Inventory. Kredit: Utang Dagang.
  • Membayar gaji karyawan. Debit: Salary expenses. Kredit: Kas.

Jenis Akun yang Biasanya Memiliki Saldo Debit & Kredit?

Saldo debit umumnya terjadi pada jenis akun tertentu, sementara saldo kredit umumnya terjadi pada akun lain. Lihat bagan di bawah untuk keadaan normal (“Debit” untuk akun yang biasanya membawa saldo debit, dan “Kredit” untuk akun yang biasanya memiliki saldo kredit) dari lima jenis akun utama.

Tipe Akun Debit Kredit
Aset Bertambah Berkurang
Liabilitas Berkurang Bertambah
Ekuitas/modal Berkurang Bertambah
Pendapatan Berkurang Bertambah
Beban/Biaya Bertambah Berkurang

Perhitungan di atas adalah contoh sederhana dari pencatatan akuntansi yang terjadi dengan melibatkan sedikit item transaksi. Tentunya jika sebuah usaha telah berjalan dan memiliki banyak transaksi, maka pencatatan keuangannya akan lebih rumit lagi.

Kesimpulan Debit Kredit
Untuk menentukan debit kredit dengan mudah, kita harus memahami klasifikasi akun dan akun lawan dari suatu transaksi.

Assets dan Expenses dicatat debit jika bertambah, sedangkan Liabilities, Owner’s Equity dan Income dicatat kredit jika bertambah.

Semoga bermanfaat.