Skip to content
Home » Memahami Dividen: Jenis, Mekanisme, dan Pentingnya dalam Investasi

Memahami Dividen: Jenis, Mekanisme, dan Pentingnya dalam Investasi

  • by

Deviden adalah bagian dari keuntungan bersih suatu perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham berdasarkan jumlah saham yang dimiliki. Sebagai bentuk imbalan atas investasi yang dilakukan, dividen merupakan salah satu cara perusahaan untuk memberikan return kepada investornya. Artikel ini akan membahas jenis-jenis dividen, mekanisme pembagian dividen, dan pentingnya dividen dalam investasi.

Dasar Hukum Dividen

Pembagian dividen diatur oleh beberapa peraturan di Indonesia, di antaranya:

  1. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
  2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan

Kedua undang-undang tersebut memberikan panduan tentang bagaimana dividen harus dibagikan dan bagaimana pajak dividen diatur.

Pengertian Dividen

Dividen adalah distribusi laba perusahaan kepada pemegang saham. Menurut Pasal 71 (2) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007, laba bersih setelah dikurangi penyisihan untuk cadangan dapat dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen, kecuali ditentukan lain dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pembagian dividen hanya dapat dilakukan jika perusahaan memiliki saldo laba positif setelah mengurangi akumulasi kerugian tahun-tahun sebelumnya.

Jenis-jenis Dividen

Ada beberapa jenis dividen yang dapat dibagikan oleh perusahaan, antara lain:

1. Dividen Tunai (Cash Dividend)

Dividen tunai adalah dividen yang dibayarkan dalam bentuk uang tunai. Ini adalah bentuk dividen yang paling umum dan biasanya disukai oleh pemegang saham karena memberikan keuntungan langsung dalam bentuk uang.

2. Dividen Saham (Stock Dividend)

Dividen saham adalah dividen yang dibayarkan dalam bentuk saham tambahan dari perusahaan tersebut. Pemegang saham menerima saham tambahan alih-alih uang tunai. Ini biasanya dilakukan ketika perusahaan ingin mempertahankan kas untuk keperluan lain atau sedang menghadapi keterbatasan likuiditas.

3. Dividen Janji Hutang (Script Dividend)

Jika perusahaan mengumumkan dividen dengan menerbitkan surat hutang yang pelunasannya dilakukan di kemudian hari, ini disebut script dividend. Bentuk ini menyebabkan perusahaan memiliki hutang jangka pendek kepada pemegang surat hutang tersebut.

4. Dividen Properti (Property Dividend)

Dividen properti adalah dividen yang dibayarkan dalam bentuk aset selain uang tunai, seperti sekuritas perusahaan lain yang dimiliki oleh perusahaan. Jenis dividen ini jarang dilakukan karena lebih kompleks dan kurang diminati oleh pemegang saham.

Baca juga : Manfaat Laporan Keuangan untuk Pemilik Usaha: Panduan untuk Pengelolaan Keuangan yang Efektif

5. Dividen Likuidasi (Liquidating Dividend)

Dividen likuidasi adalah dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham sebagian sebagai pengembalian modal investasi (return of investment). Ini berbeda dari dividen tunai yang merupakan pengembalian atas laba investasi (return on investment).

Mekanisme Pembagian Dividen

Mekanisme pembagian dividen diatur dalam Pasal 145 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan tertuang dalam Anggaran Dasar perusahaan. Mekanisme ini terdiri dari dua cara utama:

1. Dividen Interim

Dividen interim dibagikan sebelum RUPS memutuskan hasil laba tahunan. Dividen ini dibayarkan secara berkala dari laba sementara yang diperoleh perusahaan, biasanya setelah kuartal kedua atau ketiga. Pasal 72 UU PT menyebutkan bahwa perusahaan dapat membagikan dividen interim sebelum tahun buku berakhir selama hal ini diatur dalam anggaran dasar perusahaan.

2. Dividen Final

Dividen final dibagikan setelah mendapat persetujuan dari RUPS dan hanya dibagikan sekali dalam setahun. Dividen ini diumumkan setelah perusahaan menentukan besar laba tahunan. Pasal 72 UU PT juga mengatur bahwa perusahaan dapat membagikan dividen final setelah menetapkan laba tahunan melalui RUPS.

Kedua mekanisme ini bisa digunakan secara bersamaan dalam satu tahun, sehingga para investor bisa menerima dividen interim dan dividen final. Namun, beberapa perusahaan mungkin hanya membagikan dividen final saja.

Pentingnya Deviden dalam Investasi

Pembagian dividen adalah salah satu cara penting bagi perusahaan untuk menunjukkan kinerja keuangan kepada pemegang saham. Dividen yang tinggi cenderung meningkatkan harga saham dan nilai perusahaan. Sebaliknya, dividen yang rendah atau tidak ada dividen sama sekali dapat menurunkan nilai saham.

Bagi investor, dividen adalah sumber penghasilan pasif dan salah satu alasan utama untuk berinvestasi dalam saham. Investor cenderung memilih perusahaan yang secara konsisten membagikan dividen karena ini menunjukkan stabilitas keuangan dan komitmen perusahaan terhadap pemegang saham.

Selain itu, dividen juga memainkan peran penting dalam strategi investasi. Investasi dalam saham dengan dividen tinggi dikenal sebagai strategi “income investing”, di mana investor berfokus pada memperoleh penghasilan tetap dari dividen, selain dari potensi kenaikan harga saham (capital gain).

Kesimpulan

Deviden adalah bagian penting dari investasi saham. Memahami jenis-jenis deviden dan mekanisme pembagiannya membantu investor membuat keputusan yang lebih baik dalam memilih saham untuk diinvestasikan. Perusahaan yang mampu membagikan dividen secara konsisten cenderung lebih dihargai oleh pasar, karena menunjukkan kinerja keuangan yang baik dan komitmen terhadap pemegang saham.

Melalui pembagian dividen, perusahaan tidak hanya membagikan keuntungan tetapi juga menunjukkan kinerja keuangannya. Oleh karena itu, dividen memiliki peran penting dalam menentukan nilai saham dan menarik minat investor. Dengan pemahaman yang baik tentang dividen, investor dapat meningkatkan strategi investasinya dan mencapai tujuan keuangannya.

Tags:
Exit mobile version