Manajemen Produksi: Arti dan Tujuannya

Manajemen Produksi: Arti dan Tujuannya

Dalam dunia bisnis, manajemen produksi berasal dari dua komponen yang berbeda, namun dapat bergabung dan menjadi suatu bentuk disiplin yang baru. Manajemen produksi sangat penting untuk perusahaan-perusahaan yang mengelola produksi produk dalam jumlah yang relatif besar. Karena dengan manajemen produksi, perusahaan dapat melakukan evaluasi menyeluruh proses produksi. Dengan tetap mempertahankan laba yang ditargetkan.

Sekali pun manajemen produksi adalah disiplin yang penting, mungkin tidak semua usaha memerlukan manajemen produksi. Karena apabila usaha yang berjalan masih melakukan operasional produksi berkapasitas kecil. Penggunaan disiplin ini mungkin tidak akan dirasa terlalu signifikan efeknya.

Di artikel ini Anda akan mengetahui beberapa hal tentang manajemen produksi:

  1. Pengertiannya adalah?
  2. Ruang lingkup yang dimiliki.
  3. Tujuan, dan
  4. Fungsi.
  5. Tips memudahkan proses manajemen produksi usaha Anda!

Ikuti media sosial FR Consultant Indonesia untuk informasi lainnya tentang dunia Bisnis dan Digital Marketing, Keuangan beserta Perpajakan.

Pengertian dari manajemen produksi adalah?

Sebelum kita mulai pengertian manajemen pada kegiatan produksi, pertama-tama kita perlu tahu dulu 2 kosakata yang membentuk disiplin tersebut. Pertama adalah manajemen, kedua adalah produksi.

  • Manajemen bisa diartikan sebagai proses pengambilkan keputusan yang berhubungan dengan perencanaan, pengelompokan, pengarahan, dan pengendalian. Sementara,
  • Produksi adalah proses atau kegiatan menambah guna pada suatu barang atau jasa, dalam upaya memenuhi berbagai kebutuhan manusia.

Proses produksi sendiri, umumnya diketahui terbagi menjadi tiga kategori berdasarkan tekniknya:

  1. Proses produksi yang mengambil bahan mentah, kemudian diolah menjadi bahan atau produk yang diinginkan.
  2. Menghasilkan produk yang diinginkan, dengan cara memodifikasi bahan, baik secara kimiawi atau parameter mekanisnya. Tanpa mengubah atribut fisiknya. Contoh: memanaskan bahan baku pada suhu yang tinggi untuk mencapai kondisi tertentu.
  3. Melakukan produksi dengan proses perakitan. Contohnya, seperti merakit komputer.

Sepintas, kita bisa menyimpulkan bahwa manajemen produksi adalah upaya melakukan manajamen atau pengelolaan, pada suatu proses produksi. Sehingga, produk atau jasa yang dihasilkan bisa sesuai dengan spesifikasi, selesai tepat waktu, dengan jumlah dan pencapaian kualitas yang telah ditetapkan. Disertai biaya yang efisien dan murah.

Baca juga : 6 Jenis Resiko Bisnis Yang Perlu Anda Ketahui

Menurut para ahli:

Sementara dari kacamata para ahli, disiplin ini memiliki maksud sebagai berikut:

  1. Menurut Handoko, pengertian manajemen produksi dan operasional adalah berbagai usaha pengelolaan secara optimal penggunaan semua sumberdaya yang dimiliki. Sumberdaya yang dimaksud terdiri dari tenaga kerja, mesin, peralatan, bahan mentah, dan lain sebagainya. Pengelolaan ini digunakan pada saat transformasi bahan mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai produk atau jasa. 
  1. Sofyan Assauri menjelaskan pengertian manajemen produksi adalah kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan berbagai sumber daya. Terdiri dari sumber daya manusia, sumber daya alat, sumber daya dana, dan bahan. Kegiatan ini dilakukan secara efektif dan efisien untuk menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang atau jasa.  
  1. Irham Fahmi memberikan pengertian manajemen produksi adalah sebuah ilmu manajemen yang membahas secara menyeluruh bagaimana pihak manajemen bidang produksi perusahaan menggunakan ilmu dan seni yang dimiliki. Dengan cara mengarahkan dan mengatur orang-orang untuk mencapai hasil produksi yang diinginkan.
  1. Heizer dan Render menjelaskan pengertian manajemen produksi adalah rangkaian kegiatan yang menghasilkan nilai dalam bentuk barang dan jasa. Dengan cara mengubah input menjadi output.

Sekarang, Anda sudah bisa paham maksud dan pengertian dari manajemen produksi, kan?

Ruang lingkup dalam manajemen produksi

Ruang lingkup ini sejatinya dikelompokkan berdasarkan tingkat kebijakan dan keputusan. Yang ditetapkan akan mempengaruhi proses produksi dan kegiatan operasional:

1. Berdasarkan desain.

Dalam hal ini adalah keputusan atau kebijakan manajamen terkait desain produk, tata letak tempat atau pun lokasi, desain pengadaan produk, dan lain sebagainya. Yang berhubungan dengan alokasi atau desain sistem kegiatan kerja yang dibutuhkan. Ini pun bahkan termasuk dalam desain organisasi perusahaan, sampai ke yang terperinci seperti desain job description karyawan. Kebijakan ini biasanya berjangka panjang.

2. Berdasarkan proses transofrmasi.

Kebijakan yang termasuk dalam jangka pendek ini, mencakup keputusan taktis dan operasional. Mulai dari jadwal produksi, giliran kerja karyawan, bahkan sampai ke anggaran produksi.

3. Berdasarkan proses perbaikan.

Keputusan yang ketiga ini merupakan jenis keputusan yang berkelanjutan, atau rutin diterapkan. Karena keputusan ini mengurus perbaikan terhadap mutu keluaran produk, keefektifan bahkan keefisienan sistem. Termasuk juga kapasitas dan potensi kerja karyawan, perawatan saran kerja atau pun alat-alat yang dipakai.

Kalau pun Anda rupanya mengalami kesulitan untuk menentukan konsep dan strategi bisnis serta keuangan, Anda bisa menggunakan jasa konsultan bisnis dan keuangan seperti FR Consultant Indonesia.

Tujuan dari manajemen produksi.

Secara praktis, tujuan utama dari manajemen produksi adalah mengatur sumber daya yang dimiliki perusahaan, untuk mengelola biaya produksi, proses kerja, waktu, bahkan sampai biaya yang harus dikeluarkan dalam dunia kerja, khususnya di ranah manufaktur.

Dengan manajemen produksi yang solid dan terlaksana dengan baik, bisnis yang diajalani dapat mencapai kondisi operasional yang maksimal. Mendorong produktivitas, mengurangi resiko pengeluaran, dan menghasilkan barang-barang berkualitas demi memuaskan pelanggan.

Baca juga : 5 Alasan Memakai Aplikasi Payroll Untuk Penggajian Karyawan

Fungsi dari manajemen produksi.

Memahami pentingnya peran manajemen produksi, maka bisa disimpulkan disiplin tersebut juga memiliki beberapa fungsi utama. Menurut Sofjan Assauri, dilansir dari jurnal.id, terdapat empat fungsi terpenting pada manajemen di bidang produksi:

1. Perencanaan

Fungsi perencanaan merupakan keterkaitan dan pengorganisasian kegiatan produksi yang akan dilakukan dengan dasar waktu atau periode tertentu.

Dengan perencanaan yang baik maka akan meminimalisir biaya produksi. Sehingga perusahaan bisa menentukan harga yang sehat sekaligus meraih untung yang besar.

2. Proses Pengolahan

Dengan kata lain, proses pengolahan adalah sebuah teknik atau metode yang digunakan untuk mengolah produk.

Proses ini sangat penting dan perlu diperhatikan oleh perusahaan secara sistematis. Mengapa demikian? Agar pemanfaatan sumber daya dapat dilakukan secara maksimal dan efisien.

3. Jasa Pendukung

Sarana jasa pendukung diperlukan untuk penetapan dan metode yang digunakan agar proses pengolahan bisa dilakukan secara efektif dan efisien. Fungsinya adalah untuk membantu perusahaan bersaing secara sehat dengan meningkatkan produksi dan hasil yang berkualitas.

4. Pengendalian/ Pengawasan

Bagian pengendalian atau pengawasan merupakan fungsi untuk menjamin pelaksanaan kegiatan sesuai dengan perencanaan. Selanjutnya maksud dan tujuan dalam menggunakan dan pengolahan masukan (input) dapat dilaksanakan.

Tips memudahkan proses manajemen produksi usaha Anda!

Anda pasti sudah bisa memperkirakan sekarang, apakah usaha yang Anda jalani membutuhkan manajemen produksi? Karena dengan diterapkannya disiplin tersebut di usaha Anda, maka alur operasional kerja perusahaan otomatis akan lebih terarah dan teratur. Lebih efisien dan efektif. Manajemen produk baru bisa berjalan maksimal, seandainya proses produksi yang perusahaan Anda jalani pun telah berfungsi dengan baik.

Proses produk yang unggul saat ini tentu adalah proses produksi yang turut melibatkan kepiawaian teknologi di dalamnya. Untuk usaha manufaktur, atau pun retail, dan berbagai bentuk usaha perniagaan, software akuntansi diakui akan dapat mendongkrak kinerja proses produksi yang usaha Anda jalani. Karena dengan software akuntansi, Anda akan dapat mengetahui dengan jelas biaya produksi, transaksi keluar-masuk, bahkan sampai membuat perhitungan terkait hpp yang dikeluarkan.

Pemahaman kelola keuangan yang baik, otomatis akan melancarkan operasional produksi dalam mencapai target yang telah ditetapkan.

Software akuntansi seperti jurnal akan dapat mendorong proses produksi menjadi lebih terhindari dari peluang human error. Termasuk juga mempermudah proses pembukuan dan pembuatan laporan keuangan. Inilah sedikit alasan mengapa software akuntansi dapat meningkatkan kualitas produksi.

Seandainya Anda masih mengalami kesulitan untuk membangun manajemen produksi yang sesuai, Anda bisa saja menggunakan jasa konsultan bisnis milik FR Consultant Indonesia. Kami juga berperan sebagai penyedia jasa laporan keuangan dan jasa pembukuan untuk usaha. Bagi Anda yang tinggal di Depok, Anda bisa menggunakan jasa konsultan keuangan di Depok.

FR Consultant Indonesia memiliki staf-staf terbaik untuk membantu Anda memonitor sistem keuangan perusahaan Anda. Kami adalah juga jasa konsultan keuangan untuk pengelola keuangan bisnis, yang juga konsultan manajemen keuangan, sekaligus jasa konsultan pajak. Kami juga menyediakan tenaga ahli untuk konsultasi manajemen bisnis. Anda bisa menghubungi kami, karena kami hadir untuk Anda.

FR Consultant Indonesia, Solusi Pembuatan Laporan Keuangan dan Laporan Pajak Perusahaan dan Pribadi Hubungi 0813-8228-9991. (fr)