Founder Tesla Yang Sebenernya Bukan Elon Musk!

Founder-Tesla

Founder Tesla Yang Sebenernya Bukan Elon Musk!

Meskipun sekarang tesla sangat identik dengan namanya, ternyata Elon Musk bukanlah pendiri dari perusahaan kendaraan listrik ternama dunia tersebut.

Awalnya, Tesla didirikan oleh 2 insinyur Silicon Valley bernama Martin Eberhard dan Marc Tarpenning pada tahun 2003, dengan nama Tesla Motors.

Tesla Motors

Awalnya, perusahaan ini hanyalah Martin Eberhard dan Marc Tarpenning. Tujuan Tesla didirikan adalah membuktikan mobil listrik lebih baik dibandingkan mobil dengan minyak.

Lalu beberapa bulan kemudian, Ian Wright masuk dan menjadi karyawan ketiganya. Pada Januari 2004, ketiganya mulai mencari Venture Capital (VC) untuk mendanai Tesla.

Pada tahun 2008 Tesla merilis mobil pertamanya, Roadster. Mobil yang sepenuhnya elektrik itu berhasil menempuh jarak mencapai 394 km dengan sekali pengisian daya pada saat uji coba oleh perusahaan. Jarak tempuh itu merupakan rekor untuk mobil listrik pada saat itu.

Dari uji coba tambahan diketahui bahwa kinerjanya sebanding dengan banyak mobil sport bertenaga bensin. Di mana Roadster dapat berakselerasi dari 0 hingga 96 km per jam dalam waktu kurang dari 4 detik dan dapat mencapai kecepatan tertinggi 200 km per jam. Harga mobil tersebut adalah sebesar 109 ribu dolar AS atau sekitar Rp1,5 miliar, yang tergolong mewah.

Elon Musk dan  Founder Tesla

Para pendiri terdahulu Tesla pertama kali bertemu dengan Musk dalam acara untuk anggota Mars Society, jauh sebelum SpaceX berdiri. Eberhard dan Tarpenning berhasil membawa Elon sebagai investor dan memberikan dana sebesar US 6.5 Juta atau setara Rp 91 Miliar (kurs Rp 14.000) untuk Tesla.

Pada tahun 2007, Eberhard dipecat dari perusahaan yang ia rintis. Musk mengambil alih dan mengontrol seluruh perusahaan, hingga menjadi CEO Tesla di tahun 2008. Setelah menjadi CEO ia langsung memangkas karyawannya hingga 25%.

Baca juga : Biografi Elon Musk

Tesla melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada 29 Juni 2010 dan berhasil mengumpulkan sekitar 226 juta dolar AS pada saat itu. Pada Desember 2020 Tesla menjadi perusahaan mobil paling berharga di dunia dengan kapitalisasi pasar mencapai 631,29 miliar dolar AS. Itu berarti Tesla lebih berharga daripada gabungan enam pembuat mobil terbesar di belakangnya, sebagaimana dilaporkan The Drive.

Pada Desember 2020 juga, saham Tesla akhirnya ditambahkan ke indeks S&P 500. Namun sebelumnya pada 2018, Tesla sempat diisukan akan keluar dari bursa saham dan menjadi perusahaan pribadi (delisting). Isu itu muncul setelah Musk membuat cuitan di Twitter mengenai hal tersebut dan mengaku bahwa dia telah mendapatkan pendanaan.

Tesla dan Musk Dituntut Perintisnya

Pada tahun 2009, Eberhard dan Tarpening mengajukan gugatan pengadilan terhadap Musk dan Tesla, dengan tuduhan Musk memaksa keluar dari perusahaan yang telah mereka bangun.

Akhirnya, gugatan pengadilan mencapai kesepakatan antara Eberhard dan Tesla, yang menyatakan antara Eberhard dan Tesla, yang menyatakan co-Founders Tesla adalah Martin Eberhard, Marc Terpenning, Jb Straubel dan Elon Musk.

Eberhard meski pun saat ini sudah tidak menjabat petinggi Tesla, Eberhard mengaku masih mendukung, juga memegang saham Tesla. Ia percaya bahwa kendaraan listriklah kunci untuk melindungi Bumi.

Sekarang, Eberhard mengerjakan teknologi untuk membuat baterai kendaraan listrik yang lebih terjangkau, tanpa harus mengorbankan keselamatan, daya atau pun kualitas.

Sedangkan, Terpenning saat ini menurut pengakuannya masih sering berbicara dengan Musk. Ia tidak menyesal mengundurkan diri dari Tesla pada saat mereka sedang mengembangkan Tesla Model S. Sekarang ia juga aktif berinvestasi sebagai partner dengan Spero Ventures Pierre Omidyar.

This is the reality of business – Semua orang bisa menginisiasi perusahaan, tapi hanya orang tertentu saja yang bisa membuat perusahaan meroket tinggi.