Skip to content
Home » Cross Border, Model Bisnis Yang Bisa Kita Terapkan

Cross Border, Model Bisnis Yang Bisa Kita Terapkan

  • by
cross border

Cross border business adalah perusahaan yang beroperasi di beberapa negara, seringkali di lintas batas internasional. Jenis bisnis ini dapat menawarkan banyak keuntungan, seperti akses ke pasar yang lebih luas, efisiensi yang lebih tinggi, dan penghematan biaya dari skala ekonomi. Namun, jenis bisnis ini juga memiliki tantangan tersendiri, seperti perbedaan dalam regulasi, pajak, dan norma-norma budaya. Untuk berhasil dalam bisnis cross border, penting untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang pasar lokal, serta kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang berubah.

Cross Border
Hands holding a credit card using laptop computer and mobile phone for online shopping .

7 Dampak Positip Menggunakan Model Bisnis Cross Border

  1. Peningkatan akses ke pasar yang lebih luas: Melakukan transaksi cross border dapat membuka pintu bagi perusahaan untuk mengakses pasar di negara lain, yang dapat meningkatkan pendapatan dan pertumbuhan.
  2. Peluang investasi: Transaksi cross border dapat memberikan peluang investasi bagi perusahaan dan individu, seperti membeli saham perusahaan di negara lain, yang dapat menghasilkan keuntungan di masa mendatang.
  3. Efisiensi dalam produksi: Transaksi ini dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi dalam produksi dengan memanfaatkan sumber daya yang lebih murah di negara lain, seperti tenaga kerja atau bahan baku.
  4. Peningkatan kualitas produk: Transaksi ini dapat membantu perusahaan mengakses teknologi atau know-how di negara lain, yang dapat meningkatkan kualitas produk mereka.
  5. Menghilangkan hambatan perdagangan: Transaksi ini dapat membantu menghilangkan hambatan perdagangan seperti tarif atau kuota, yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.
  6. Meningkatkan hubungan diplomatik: Transaksi ini dapat memperkuat hubungan diplomatik antara negara-negara yang terlibat, karena perdagangan dapat menjadi salah satu cara untuk membangun kepercayaan dan kerja sama.
  7. Peningkatan stabilitas ekonomi: Transaksi ini dapat memperkuat stabilitas ekonomi global, karena perdagangan dapat meningkatkan diversifikasi dan resiliensi ekonomi di negara-negara yang terlibat.

Baca juga : Strategi Pemasaran TerBaru Tahun 2022

Bagaimana Cara Kerjanya

Cara kerja transaksi cross border tergantung pada jenis transaksi yang terjadi. Secara umum, proses transaksi cross border meliputi beberapa tahap, yaitu:

  1. Persiapan: Pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi ini harus mempersiapkan dokumen dan informasi yang diperlukan, seperti faktur, dokumen perdagangan, dan informasi keuangan.
  2. Negosiasi: Pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi ini harus mencapai kesepakatan tentang jenis barang atau jasa yang akan ditransaksikan, harga, dan jadwal pengiriman.
  3. Pembayaran: Pihak yang membeli barang atau jasa harus melakukan pembayaran kepada penjual, yang dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti transfer bank atau pembayaran online.
  4. Pengiriman: Setelah pembayaran selesai, barang atau jasa yang ditransaksikan harus dikirimkan dari negara penjual ke negara pembeli, yang dapat menggunakan berbagai cara, seperti pengiriman melalui jasa ekspedisi atau pengangkutan udara.
  5. Penerimaan: Pihak pembeli harus menerima barang atau jasa yang dikirimkan dan memeriksa apakah sesuai dengan kesepakatan. Jika tidak sesuai, pembeli dapat mengajukan keluhan kepada penjual.
  6. Penyelesaian: Setelah barang atau jasa diterima, pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi cross border harus menyelesaikan transaksi dengan menyimpan dokumen dan informasi yang diperlukan sebagai bukti transaksi.

QR CROSS-BORDER SOLUSI TRANSAKSI ANTAR NEGARA

Bank Indonesia pun telah melakukan uji coba QR Cross-border dengan Malaysia dan Thailand yang memungkinkan konsumen dan pedagang di kedua negara dapat melakukan dan menerima pembayaran barang dan jasa melalui QR Code. QR Code memiliki peran penting untuk meningkatkan efisiensi transaksi, mendukung digitalisasi perdagangan dan investasi, dan menjaga stabilitas makroekonomi dengan memperluas penggunaan penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal (LCS).

Bahkan, QR Cross-border disinyalir dapat meningkatkan transaksi UMKM, karena memudahkan konsumen mancanegara untuk bertransaksi saat membeli produk lokal. Begitu pula pada sektor pariwisata, para wisatawan asing nantinya cukup menggunakan QR Code jika ingin bertransaksi saat vakansi di Indonesia. Begitu juga jika kita ingin bepergian ke luar negeri. Lewat efisiensi yang ditawarkan, QR Cross-border diharapkan juga dapat mendukung percepatan pemulihan ekonomi di berbagai sektor. – sumber