Belajar dari Pendiri BukaLapak, Achmad Zaky

pendiri-bukalapak

Siapa yang tidak kenal Bukalapak? Di era digital seperti sekarang, di mana marketplace online telah bermunculan dilengkapi sistem pembayaran digital yang semakin canggih. Hampir semua orang telah mengenal bukalapak. Namun meski pun bukalapak telah dikenal banyak orang, mungkin masih belum banyak orang yang tahu tentang pendiri bukalapak itu sendiri. Achmad Zaky.

Bukalapak telah menjadi salah satu marketplace besar yang layak diperhitungkan di Indonesia. Suatu produk kebanggaan karya anak bangsa, yang memiliki basis pengguna yang tidak kalah besar dibandingan marketplace yang lain. Pencapaian tersebut, tentu tidak bisa dilepaskan dari kerja keras Achmad Zaky sebagai pendiri bukalapak. Bagi para pengusaha muda nih, kisah beliau tampaknya bisa menjadi inspirasi atau pun dorongan motivasi, dalam upaya mencapai keberhasilan bisnis.

Ikuti media sosial FR Consultant Indonesia untuk informasi lainnya tentang dunia Bisnis dan Digital Marketing, Keuangan beserta Perpajakan.

Lalu, seperti apa sih kisah perjalanan hidup pendiri bukalapak, Achmad Zaky?

Kehidupan Masa kecil

Achmad Zaky lahir di kota Sragen, Jawa Tengah. Sejak kecil dan duduk di bangku sekolah dasar, pria kelahiran 24 Agustus tahun 1986 ini, rupanya telah mempunyai ketertarikan tersendiri terhadap yang namanya komputer. Tidak hanya tertarik. Zaky tampaknya juga memiliki bakat atau passion dalam dunia teknologi dan informatika. Yang kelak dapat membawanya hingga di titik seperti sekarang ini.

Ketertarikan Zaky tersebut sebenarnya tak lepas dari peran pamannya. Pamannya rupanya memegang peran besar dalam memperkenalkan Zaky dengan komputer. Beliau senang memberikan buku-buku komputer kepada Zaky.

Pendiri Bukalapak Achmad Zaky

Di tahun 1997, Zaky bahkan mulai intens mengenal pemograman komputer. Buku-buku tentang dunia komputer dan pemograman telah menjadi teman akrabnya. Perlahan Zaky pun tumbuh menjadi pribadi yang memiliki wawasan mendalam serta pemikiran cemerlang terkait teknologi dan dunia komputer.

Saat duduk di bangku sekolah menengah atas, SMAN 1 Solo, Zaky bahkan terpilih menjadi wakil sekolahnya yang berkesempatan mengikuti ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) dalam bidang komputer dan menjadi juara hingga tingkat nasional.

Semasa Berkuliah Di Institut Teknologi Bandung

Pendiri bukalapak Achmad Zaky, melanjutkan minatnya di bidang teknologi dengan memasukin salah satu kampus yang berpengaruh di Indonesia. Institut Teknologi Bandung (ITB). Wawasan dan kecerdasannya dalam ranah komputer membuatnya mampu memasuki kampur bergengsi tersebut pada tahun 2004.

Di awal perkuliahan, Zaky sempat didera rasa minder dalam pergaulan. Teman-temannya yang berada dari berbagai daerah, fasih berbahasa indonesia. Sementara Zaky masih terlalu kental dengan logat Jawanya. Tapi seiring berjalannya perkulihaan, Zaky sadar bahwa dia harus mengesampingkan rasa minder tersebut. Dan memperbaiki diri seraya aktif dalam pergaulan yang berisi orang-orang pintar di lingkungan kampus.

Di semester pertamanya, Zaky bahkan berhasil meraih IPK 4.0. Yang mana hasil tersebut berhasil membuktikan kepiawaiannya dalam dunia komputer.

Baca juga : Manfaat Laporan Keuangan Tahunan Bagi Perusahaan.

Dikutip dari biografiku.com, Achmad Zaky sebagai pendiri bukalapak bahkan sempat menjadi penggagas berdirinya beberapa organisasi di kampus. Di antaranya adalah ShARE Global Student Think-Tank. Entrepreneur Club ITB yang kemudian dikenal dengan Technoentrepreneur Club (TEC) ITB.

Tidak hanya itu, Zaky juga aktif dalam Amateur Radio Club (ARC) ITB.

Dia juga memiliki prestasi lain saat berkuliah di ITB, seperti juara II Indosat Wireless Innovation Contest. Dia juga menyabet Merit Award pada kompetisi INAICTA (Indonesia ICT Awards). Zaky juga sempat mendapat kesempatan untuk studi di Oregon State University selama dua bulan. Melalui beasiswa dari pemerintah Amerika Serikat, dan menjadi wakil ITB di Harvard National Model United Nations.

Cukup mengejutkan, bagi orang yang belum mahir berbahasa Inggris, yang kemudian dapat diterima di sana.

Menutup masa lajang

Pada 17 Oktober tahun 2010, Zaky memutuskan untuk menikahi seorang wanita cantik bernama Diajeng Lestari. Wanita kelahiran 17 Januari 1986 tersebut juga merupakan seorang wirausahawati Indonesia, yang berasal dari Bekasi.

Sejak dari pernikahan tersebut, Zaky mulai menularkan ketertarikannya terhadap teknologi kepada Diajeng. Zaky juga menjawab permasalahan istrinya, yang ketika itu kesulitan menjadi hijab. Zaky mencetuskan ide untuk membangu situs komersial khusus pakaian Muslimah untuk Diajeng. Yang selanjutnya dinamakan Hijup.

Kesulitan Mencari Kerja Seusai Kuliah

Tidak mudah bagi Achmad Zaky untuk mendapatkan jalan yang mulus dalam karir. Karena meskipun berpredikat sebagai mahasiswa lulusan ITB, Zaky juga mengalami kesulitan mendapatkan kerja. Dia sempat melamar di beberapa perusahaan konsultan sebagai management consulting, namun gagal.

Zaky tidak putus harapan. Gagal mendapat kerja, dia memutuskan untuk wirausaha. Zaky membangun perusahaan bernama suitmedia. Suitmedia bergerak di bidang pelayanan konsultasi IT dan pengembangan website, aplikasi, serta strategi pemasaran digital. Suitmedia tampaknya berjalan lancar. Zaky juga pernah mengerjakan proyek pembuatan software. Untuk menghitung cepat hasil perolehan suara dalam Pemilu (quickcount) dari sebuah stasiun televisi swasta. Kemudian, berbekal pengalaman membangun sistem IT di perusahaan-perusahaan besar, dia mulai berpikir membuat sesuatu yang bisa bermanfaat untuk orang banyak.

Kalau pun Anda rupanya mengalami kesulitan untuk menentukan konsep dan strategi bisnis serta keuangan, Anda bisa menggunakan jasa konsultan bisnis dan keuangan seperti FR Consultant Indonesia.

Ketika itu, peluang model bisnis internet seperti e-commerce masih memiliki peluang besar.

Berdirinya BUKALAPAK

Suatu kali ketika pulang ke kampung halamannya di Sragen, Zaky menemukan masalah yang banyak terjadi di lingkungan sekitar rumahnya.

1. Berawal dari Masalah

Zaky melihat banyak UKM yang sulit berkembang bahkan sekali pun telah melalui perjalanan bertahun-tahun. masalah itu mendoronya berpikir. Untuk membuat sebuah sistem berbasis web yang bisa membantu dan mudah digunakan oleh pengusaha-pengusaha kecil. Dengan harapan agar mereka bisa mengembangkan usaha mereka menjadi lebih besar lagi.

Zaky sadar, sistem tersebut tidak bisa dikerjakan seorang diri. Dia memutuskan mencari rekan untuk menjalankan visi tersebut. Muncul-lah Nugroho Herucahyono, salah seorang teman karibnya semasa kos dan menjadi mahasiswa di Bandung. Heru dia percaya untuk terlibat dalam visi besarnya tersebut.

2. Membangun Bukalapak

Mulai di tahun 2010, Zaky dan Heru membangun sistem berbasis web tersebut. Mereka hanya menggunakan modal sebesar 90 ribu, yang digunakan untuk membeli domain. Di tanggal 10 Januari 2010, bukalapak pun diluncurkan. Sempat terpikirkan banyak nama untuk websitenya. Yang akhirnya Zaky dan tim mereka kala itu menamainya Bukalapak. Dengan alasan sesuai dengan visi misi perusahaan serta simpel dan mudah diingat.

Pendirian bukalapak tidak semulus yang dibayangkan. Karena setelah diluncurkan, tidak ada satu pun kunjungan ke situs tersebut. Zaky sempat merasakan kesal dan sedih. Tapi ketika teringat visi serta misinya yang ingin membantu orang banyak dan mendorong usaha UKM dalam negeri. Maka dia pun menjadi lebih bersemangat lagi.

3. Berkembang ke arah yang Lebih Baik

Bukalapak berhasil melalui masa 1 tahun, sejak didirikan. Dan ketika itu, tercatat situsnya memiliki sekitar 10.000 UKM. Meski pun begitu, perkembangan tersebut belumlah cukup. Di masa itu, akses internet belum seperti sekarang. Konsep bisnis berbasis internet juga masih memiliki pasar yang kecil, karena masih menjadi proses bisnis yang asing di mata masyarakat. Apalagi permodalan yang dimiliki pun amat terbatas.

Achmad Zaky akhirnya turun mencari investor di titik tersebut. Dia harus memperpanjang umur dan terus membesarkan Bukalapak. Di fase ini, Zaky merasakan sulit sekali mendapatkan modal. Belum lagi, ketika itu dia membutuhkan modal yang tidak sedikir. Bahkan nilainya mencapai Rp. 100 juta.

Tak khayal, pendiri bukalapak ini mendapatkan banyak penolakan atas proposal bisnisnya.

Dia sempat mengalami titik terendah, di mana masa depan Bukalapak tampaknya semakin sulit untuk dibesarkan. Sementara itu, start-up sang istri, hijup.com menjadi e-commerce fashion muslimah pertama di dunia. Sampai kemudian, Zaky teringat rasa percaya 10.000 UKM yang telah terdaftar di Bukalapak. Kepercayaan para pelaku UKM ini akhirnya kembali mendorong Zaky untuk lebih gigih lagi berjuang.

4. Masa Kebangkitan dan Berdiri Tegak

Melalui berbagai kesulitan yang mendera, sedikit demi sedikit akhirnya impian Bukalapak terwujud. Momen itu dimulai ketika Batavia Incubator, perusahaan asal Jepang, memutuskan untuk menjadi investor pertama yang menanamkan modal ke proyek BukaLapak. Bukalapak mulai bisa bernapas lebih leluasa.

Tidak berhenti di situ, GREE Ventures juga memutuskan terjun untuk menyuntikkan dana kepada Bukalapak. Hal tersebut terjadi di tahun 2012. Lalu di tahun 2014, seiring dengan peluncuran aplikasi mobile Bukalapak, perusahaan seperti Aucfan, IREP, 500 Startup dan GREE Ventures sendiri, mulai semakin mantap berinvestasi di Bukalapak.

Bahkan EMTEK (Elang Mahkota Teknologi) ikut bergabung sebagai investor. EMTEK dikabarkan memiliki saham terbesar di Bukalapak.

Bukalapak kemudian mencatat rekok dalam masa berdirinya. Terdata ada sekitar 4 juta UKM Indonesia yang bergabung dengan Bukalapak pada tahun 2018.

Baca juga : 5 Strategi Mengurangi Persentase Bermacam Resiko Bisnis

Menjadi salah satu E-Commerce Terbesar di Indonesia

Setelah sejauh ini, sebelum akhirnya Zaky memutuskan untuk pensiun dari CEO Bukalapak. Setidaknya dia telah membuktikan bahwa keseriusannya mewujudkan cita-cita telah membawa manfaat bagi Indonesia. Bukalapak telah menjadi salah satu e-commerce terbesar di Indonesia, yang keberadaannya tidak bisa diremehkan. Bukalapak mengubah alur berbisnis UKM dengan membawa mereka masuk ke dalam dunia baru yang serba digital. Didukung kemudahan transaksi dan keamanan sistem yang telah terjaga dan dibangun dengan amat baik.

Kesuksesannya dalam mendirikan Bukalapak bahkan sempat membawa Zaky termasuk dalam daftar 10 Technopreneur under 30th yang berpengaruh di Asia. Bukalapak akhirnya menjadi salah satu marketplace paling bernilai. Dijuluki sebagai startup unicorn dengan valuasi mencapai lebih dari 1 miliar dollar AS.

Atau sekitar 14 triliun rupiah.

Pendiri Bukalapak

Sebagai pendiri Bukalapak, Achmad Zaky juga dikenal sebagai salah satu pemuda terkaya di Indonesia. Menurut data dari majaah Globe Asia, Kekayaan Achmad Zaky mencapai sekitar 100 juta dollar AS atau sekitar 1.4 trilun rupiah. Ia berada di posisi 149 dalam daftar 150 orang terkaya di Indonesia menurut majalah Globe Asia.

Manfaatkan Konsultan Bisnis Untuk Mengangkat Bisnis Anda!

Demikianlah kisah dari Achmad Zaky. Semoga kisah tersebut bisa menginspirasi Anda. Menjadi pengusaha memang nggak mudah. Anda harus gigih, tekun, dan sabar untuk bisa berhasil dalam berbisnis. Karena apabila Anda tidak memiliki karakter tersebut, maka segeralah mulai untuk membangunnya. Berbisnis pun tidak lepas dari berbagai kendala dan permasalahan, yang menuntut solusi demi solusi baru seiring perkembangan zaman.

Seandainya Anda mengalami kesulitan untuk menemukan solusi dari permasalahan bisnis, Anda sebenarnya bisa banget menggunakan jasa konsultan bisnis milik FR Consultant Indonesia. Kami juga berperan sebagai penyedia jasa laporan keuangan dan jasa pembukuan untuk usaha. Bagi Anda yang tinggal di Depok, Anda bisa menggunakan jasa konsultan keuangan di Depok.

FR Consultant Indonesia memiliki staf-staf terbaik untuk membantu Anda memonitor sistem keuangan perusahaan Anda. Kami adalah juga jasa konsultan keuangan untuk pengelola keuangan bisnis, yang juga konsultan manajemen keuangan, sekaligus jasa konsultan pajak. Kami juga menyediakan tenaga ahli untuk konsultasi manajemen bisnis. Anda bisa menghubungi kami, karena kami hadir untuk Anda.

FR Consultant Indonesia, Solusi Pembuatan Laporan Keuangan dan Laporan Pajak Perusahaan dan Pribadi Hubungi 0813-8228-9991. (fr)