Skip to content
Home » Laporan Keuangan Perusahaan dan 7 Unsur Penting dalam Laporan Keuangan

Laporan Keuangan Perusahaan dan 7 Unsur Penting dalam Laporan Keuangan

  • by

Berdasarkan kondisi dan sistem pelaporan yang ada dalam satu perusahaan. Maka kita bisa katakan bahwa sejatinya sebuah laporan keuangan akan memiliki beberapa komponen yang perlu menjadi sebuah perhatian.

Dalam sebuah laporan keuangan yang bersifat umum, sejatinya memang yang namanya unsur-unsur penting dari sebuah laporan akan bersifat pasti. Di mana kepastian yang menyangkut performance  dari sebuah laporan keuangan biasanya memang memuat unsur-unsur yang bersifat mutlak sesuai dengan kondisi laporan keuangan yang sebenarnya.

Mungkin kita bertanya,  kenapa sebuah perusahaan perlu melakukan pencatatan laporan keuangan secara benar. Karena dengan adanya pencatatan yang bersifat pasti itulah sebuah perusahaan akan bisa menentukan sejauh mana kredibilitas dari sebuah perusahaan  di jalankan.  Jika laporan yang di buat benar-benar nyata dan sesuai dengan situasi dan kondisi perusahaan yang bersangkutan maka bisa di pastikan performance perusahaan tersebut bisa di nilai kualitasnya.  Intinya sebuah perusahaan akan bisa menjadi baik  dan benar ketika keberadaan laporan keuangan secara bisnis di jalankan menggunakan sistem dan prosedur yang akan di gunakan.

Baca Juga Medium Kami : Akun Laporan Keuangan Dalam Akuntansi

7 Unsur dalam Laporan Keuangan Yang Menjadi Acuan  Penilaian Performance Bisnis

Sebuah laporan memang sifatnya adalah kompleks dimana beberapa hal yang terkait dengan laporan keuangan tersebut biasanya mengandung pengertian  yang akan bisa menjelaskan kondisi dari unsur-unsur tersebut.  Seperti dalam penjelasan berikut terkait unsur-unsur yang ada dalam sebuah perusahaan :

1. Aset

Dalam sebuah bisnis  yang namanya aset adalah instrumen yang bersifat nyata. Artinya aset tersebut akan terus terbawa dalam laporan keuangan sesuai dengan kondisi  yang ada dalam sebuah perusahaan. Dimana dengan adanya informasi soal aset itulah sebuah perusahaan akan bisa di nilai tingkat kekayaan dan kemampuannya dalam mendapatkan aset bagi perusahaan.

2. Liabilitas ( Hutang )

Yang namanya hutang dalam sebuah perusahaan memang harus menjadi concern  tersendiri bagi perusahaan.  Dimana dengan adanya hutang, biasanya sebuah perusahaan akan bisa menentukan sejauh mana kemampuan perusahaan dalam membayar dan melakukan  pengelolaan hutang.

3. Modal

Pengertian modal, memang menjadi satu hal yang juga penting bagi perusahaan. Kenapa, karena modal adalah salah satu unsur penting bagi berjalannya sebuah institusi seperti perusahaan. Sehingga tidak salah jika pada akhirnya yang namanya modal akan selalu menjadi unsur penting bagi perusahaan.

4. Pendapatan

Unsur yang bernama pendapatan adalah salah satu unsur yang akan bisa menentukan sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan  keuntungan dalam operasionalnya. Semakin besar tingkat pendapatan yang akan di terima perusahaan semakin kita yakin bahwa memang perusahaan yang bersangkutan memiliki kemampuan dalam mengelola potensi yang ada dalam sebuah perusahaan.

5. Pengeluaran

Termasuk di dalamnya adalah unsur yang bernama pengeluaran akan bisa menjadi satu kondisi yang membuat sebuah perusahaan perlu mengetahui sejauh mana perusahaan bisa mengelola unsur pengeluaran dari perusahaan.  Dengan perusahaan bisa mengelola unsur pengeluaran perusahaan akan semakin nyata bahwa perusahaan bisa mengelola bisnisnya dengan cukup baik.

6. Keuntungan

Biasa di sebut dengan istilah bekennya adalah laba, itulah  kondisi yang bisa di jadikan salah satu acuan juga terkait  kemampuan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Karena keuntungan atau laba adalah sebuah kondisi yang membuat sebuah perusahaan terlihat baik di mata pemegang saham.

7. Kerugian

Terkait dengan adanya unsur kerugian yang ada dalam sebuah laporan.  Biasanya yang namanya kerugian akan berakibat pada kondisi perusahaan yang bersifat negatif, itulah sebabnya unsur yang bersifat kerugian sedapat mungkin di hindarkan oleh pelaku bisnis karena memang akan merusak performance dari sebuah bisnis.

2 Jenis Laporan Keuangan dalam Pelaporan Keuangan Perusahaan

Laporan keuangan memang bersifat periodik, dimana untuk mewujudkan sebuah  laporan yang bersifat pasti kita aatau pelaku bisnis biasanya akan membuat sebuah laporan keuangan berdasarkan 2 sifat laporan keuangan.  Dimana kedua laporan tersebut adalah (1) Laporan yang bersifat historis dan  (2) Laporan yang bersifat  menyeluruh. Dimana kedua laporan  tersebut sudah pasti memiliki fungsi dan kegunaan yang sama yaitu untuk memperjelas kondisi dari sebuah  laporan perusahaan.

Berdasarkan kondisi itulah, maka biasanya sebuah laporan akan di buat secara periodik.  Biasanya periode pembuatan laporan itu bisa bersifat 1 semester atau 1 tahun berdasarkan kebutuhan dari masing – masing perusahaan yang bersangkutan. Sehingga dengan kondisi itulah biasanya perusahaan akan bisa menilai kondisi dari perusahaan  yang bersangkutan secara performance bisnisnya.

Laporan keuangan yang bersifat Historis

Adalah bentuk dari sebuah  laporan yang memang telah di tentukan komponennya berdasarkan historical dari bisnisnya. Dimana historical  tersebut akan bersifat saling menguatkan posisi dari laporan yang ada dan menjadi satu pertanda   bahwa perusahaan telah memiliki jangka waktu yang cukup lama dalam pengembangan perusahaannya.

Laporan keuangan yang bersifat menyeluruh

Konsep pelaporan yang bersifat menyeluruh  ini sesuai dengan konsep laporan yang sering di lakukan  oleh  perusahaan pada umumnya.   Dimana bentuk  laporan tersebut memang di buat menyeluruh berdasarkan kondisi yang ada dalam sebuah perusahaan. Sehingga kita sebagai pelaku bisnis menjadi tahu kondisi dari perusahaan yang bersangkutan.

Jika sebelum  ini masih bingung menentukan konsep bisnis dan jenis laporan keuangannya.  Maka kini anda bisa menentukan berdasarkan masukan dari FR Consultant Indonesia apa saja yang mesti di jalankan  oleh perusahaan

Tags: